spot_img
spot_img
BerandaBaliPemkab Tabanan Mantapkan Keharmonisan Sekala Niskala Lewat Puncak Pujawali Ngenteg Linggih

Pemkab Tabanan Mantapkan Keharmonisan Sekala Niskala Lewat Puncak Pujawali Ngenteg Linggih

UPDATEBALI.comTABANANPemerintah Kabupaten Tabanan menuntaskan rangkaian Upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih yang digelar di Padmasana Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Sabtu 3 Januari 2025.

Puncak upacara ini dirangkai dengan persembahyangan bersama seluruh jajaran Pemkab Tabanan sebagai wujud bhakti dan rasa syukur di awal Tahun 2026.

Puncak karya tersebut dihadiri langsung Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama Ketua TP PKK Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati I Made Dirga beserta istri, Sekretaris Daerah, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Turut hadir dalam persembahyangan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa, pimpinan instansi vertikal, BUMD, para sulinggih, pemangku (PSN), prawartaka karya, serta komponen masyarakat yang sejak awal terlibat aktif dalam pelaksanaan yadnya. Rangkaian puncak karya ini diawali sehari sebelumnya dengan prosesi Ngemijiang Ida Bhatara ring Padmasana Kantor Bupati dan Rumah Jabatan Bupati Tabanan, yang dilanjutkan dengan kegiatan pekemitan pada malam harinya.

Baca Juga:  PJ Gubernur Bali Apresiasi Kepedulian LSM Jaga Kebersihan Sungai di Bali

Upacara Pujawali Jelih Nugtugan Karya Ngenteg Linggih ini dimaknai sebagai penyempurnaan yadnya pasca renovasi Kantor Bupati Tabanan pada tahun 2023. Selain itu, pelaksanaannya yang bertepatan dengan Rahina Tumpek Klurut menjadi simbol penguatan nilai kasih sayang, keharmonisan, serta keseimbangan alam semesta dalam kehidupan pemerintahan dan masyarakat.

Tak sekadar ungkapan rasa syukur atas anugerah Ida Bhatara, persembahyangan bersama ini juga dipersembahkan sebagai doa kerahayuan dan ngrestiti jagat. Doa dipanjatkan agar keseimbangan dan keselamatan senantiasa menyertai, termasuk bagi masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Aceh dan Sumatera Utara.

Prosesi upacara berlangsung khidmat dengan ayah-ayahan sekaa gong lanang dan istri, tarian Rejang Dewa, serta persembahan budaya tridatu. Secara khusus, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya bersama istri-istri kepala perangkat daerah dan pegawai perempuan Pemkab Tabanan ngayah menarikan Rejang sebagai wujud ketulusan dan bhakti dalam ritual sakral tersebut.

Baca Juga:  Wujud Bela Negara, Bupati Sanjaya Dukung Pelatihan Laksarmen Komponen Cadangan

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian yadnya.

“Saya berterima kasih karena hari ini, kita Pemkab Tabanan telah melakukan kegiatan ritual yadnya dari pagi sampai puncak acara hari ini. Terima kasih kepada seluruh jajaran, sekaa gong, tari rejang, semuanya yang sudah ngayah, matur suksema setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdiannya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sanjaya menegaskan bahwa puncak karya ini merupakan bagian dari rangkaian panjang yang telah dimulai sejak dua tahun lalu.

“Hari ini sesuai sastra, wajib melaksanakan atau Nugtugan Karrya yang terakhir. Pujawali jelih pas Purnama Kapitu, bertepatan dengan Tumpek Klurut, sebuah perpaduan yang luar biasa dan sangat sakral,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Lantik Ribuan PPPK Paruh Waktu, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

Ia juga menekankan bahwa piodalan ini menjadi momentum rasa syukur atas berkah sinar suci Ida Bhatara yang diyakini senantiasa menuntun perjalanan pembangunan daerah.

“Dari sinilah kita mendapatkan berkah, sehingga Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani bisa kita wujudkan berkat restu Beliau dan kerja keras kita bersama,” tegas Sanjaya.

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian dan solidaritas, khususnya di tengah situasi bencana yang terjadi di berbagai daerah.

“Kita sedang prihatin terhadap bencana di negeri ini. Mari kita berdoa bersama agar saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Utara khususnya diberikan kerahayuan, dan semoga bencana ini hilang dari Indonesia, bahkan dari dunia,” pintanya.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments