
UPDATEBALI.com, JEMBRANA — Menandai sembilan dekade lebih pengabdian di bidang kesehatan, RSU Negara menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 dengan mengombinasikan aksi pelestarian lingkungan dan pelayanan sosial.
Kegiatan dipusatkan di Pantai Baluk Rening, Desa Baluk, Minggu, 21 Desember 2025.
Rangkaian acara diisi dengan penanaman pohon kakao, aksi bersih pantai (beach clean-up), penyaluran bantuan sosial, serta layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat.
Perayaan ini dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga sekaligus lingkungan sekitar.
Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan bersama Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) turut ambil bagian dengan melakukan penanaman pohon kakao, komoditas unggulan Kabupaten Jembrana yang dinilai memiliki nilai ekologis sekaligus ekonomis.
Bupati Kembang mengapresiasi konsep perayaan HUT RSU Negara yang tidak semata bersifat seremonial. Ia menilai pentingnya membawa semangat peringatan keluar dari lingkungan rumah sakit agar dampaknya menyentuh langsung masyarakat dan alam.
“Hari ini kita tidak hanya merayakan di dalam ruangan, tetapi menyatu dengan alam. Melalui beach clean-up dan penanaman kakao, kita diingatkan untuk menjaga bumi serta melihat kondisi riil di lapangan,” ujarnya.
Selain pelestarian lingkungan, HUT ke-91 ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat peran sosial RSU Negara melalui pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga desa, pemberian bantuan bagi para lansia, serta penyerahan bibit kakao guna mendukung sektor pertanian lokal.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi warga yang memanfaatkan layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan mata, cek gula darah, hingga layanan kesehatan umum lainnya.
Menurut Bupati Kembang, hal tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat akan akses layanan kesehatan yang mudah dan menjangkau langsung ke lapangan.
“Kita melihat betapa besarnya keinginan masyarakat untuk sehat. Ini menandakan pelayanan kesehatan perlu lebih sering mendatangi warga,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi organisasi lain dalam memperingati hari jadi.
Menurutnya, perayaan ulang tahun sebaiknya mengurangi seremoni dan lebih menekankan kegiatan yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Bersyukurlah atas apa yang telah dicapai dengan menyatu bersama masyarakat dan alam,” tutupnya.(yud/ub)


