spot_img
spot_img
BerandaBaliMagic Garden Genap Setahun, Nuanu Hadirkan Delapan Zona Edukasi Alam untuk Publik

Magic Garden Genap Setahun, Nuanu Hadirkan Delapan Zona Edukasi Alam untuk Publik

UPDATEBALI.com, TABANAN – Satu tahun sejak dibuka, Magic Garden di kawasan Nuanu Creative City, Tabanan, menandai tonggak baru sebagai ruang belajar alam yang terus berkembang.

Dari yang awalnya hanya tiga area utama, kini fasilitas edutainment botani seluas 3.600 meter persegi itu telah bertumbuh menjadi delapan pengalaman yang berbeda, sekaligus memperkuat komitmen Nuanu dalam menghadirkan ruang hijau dan habitat alami bagi flora dan fauna kecil.

Nuanu Creative City sebelumnya menetapkan 70 persen areanya sebagai ruang terbuka hijau dan habitat alami. Magic Garden menjadi pusat dari misi tersebut dengan fokus pada pendidikan ekologi, regenerasi lingkungan, dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Brand & Communications Director Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada
Brand & Communications Director Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada. Sumber foto: yud/ub

Brand & Communications Director Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada, mengatakan bahwa pembangunan Magic Garden bukan hanya menghadirkan taman, tetapi menciptakan ruang hidup yang menyatukan manusia dan alam.

Baca Juga:  Dorong UMKM Buleleng Maju, Pj Bupati Lihadnyana: PLUT Jadi Rumah Kemasan dan Branding Lokal

 “Kami ingin membangun sebuah ekosistem yang mendorong orang-orang berbakat untuk bekerja dengan tanaman dan serangga. Ini bukan semata menanam atau memelihara, tetapi menjaga warisan alam yang akan dipelajari oleh anak-anak dan pengunjung,” ujarnya.

Sejak diperkenalkan pada 2024, Magic Garden telah menampilkan tiga pengalaman utama: Butterfly Garden, Botanical Gallery, dan Orchid Galore. Dalam kurun satu tahun, keberagaman hayati di taman tersebut meningkat pesat, termasuk tingkat kelangsungan hidup kupu-kupu yang mencapai sepuluh kali lebih tinggi dibandingkan di habitat liar. Koleksi tanaman asli Bali juga terus ditambah, bersamaan dengan penguatan program hutan Miyawaki.

Baca Juga:  Lewat Uma Palak Festival, Pertamina Hadirkan Dukungan Nyata untuk Ketahanan Pangan Bali

Lima fasilitas tambahan kemudian hadir: Permaculture Garden, Biota Lab, Miyawaki Forest, Rabbit Park, serta pratinjau awal The Glow Project—pengalaman bioluminesen yang akan dirilis penuh pada 2026. Dengan perluasan ini, Magic Garden semakin menjadi tujuan utama bagi sekolah dan keluarga yang ingin belajar langsung dari alam.

Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden
Komang Sri Junisabtika, Venue Manager Magic Garden. Sumber foto: yud/ub

Venue Manager Magic Garden, Komang Sri Junisabtika, menyampaikan bahwa setiap organisme di Magic Garden memiliki cerita ekologis yang penting.

“Mengelola ruang ini bukan hanya soal merawat tanaman dan serangga. Tugas kami adalah membuat pengetahuan itu mudah dipahami oleh masyarakat. Ketika orang mengerti bagaimana cahaya bekerja dalam ekosistem, mereka menjadi lebih dekat dengan alam,” katanya.

Dalam perayaan ulang tahun pertama ini, pengunjung mendapat kesempatan melihat sebagian kecil dari The Glow Project, yang menampilkan kombinasi 13 organisme bioluminesen dan 31 spesies tanaman fluoresen. Pengalaman tersebut dirancang untuk memperlihatkan bagaimana makhluk hidup menggunakan cahaya sebagai bahasa dan mekanisme bertahan hidup dalam ekosistem.

Baca Juga:  Tabanan Peringati HUT Bali ke-66 dan Kukuhkan 70 Anggota Paskibraka 2024

The Glow Project akan dibuka resmi pada 2026, khusus malam hari, dengan pendampingan pemandu dan tiket masuk Rp250.000 per orang.

Memasuki tahun kedua, Magic Garden menegaskan dirinya sebagai “kelas belajar hidup”—ruang interaktif tempat obrolan, kreativitas, riset komunitas, dan eksplorasi alam bertemu dalam satu ekosistem. Ulang tahun ini menjadi penanda bahwa perjalanan menjaga keragaman hayati dan memupuk rasa ingin tahu masyarakat tentang alam terus berlanjut.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments