spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungAtasi Kemacetan, Bupati Adi Arnawa Tempuh Skema Pinjaman Daerah untuk Infrastruktur Jalan...

Atasi Kemacetan, Bupati Adi Arnawa Tempuh Skema Pinjaman Daerah untuk Infrastruktur Jalan Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung terus mempercepat langkah nyata dalam mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan pariwisata.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Pinjaman Daerah untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan antara Pemkab Badung dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) yang berlangsung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Kamis 30 Oktober 2025.

Penandatanganan perjanjian dilakukan langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, disaksikan oleh Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan langkah strategis untuk menjaga daya saing pariwisata dan memperlancar mobilitas masyarakat.

“Kemacetan sudah menjadi tantangan serius, terutama di wilayah Kuta Selatan dan Kuta Utara. Untuk itu kami mengambil langkah cepat dengan skema pembiayaan pinjaman sebesar Rp2,8 triliun melalui PT SMI, dengan bunga 5,7 persen,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Apresiasi Kreativitas Yowana di Mambal Cultural Festival 2026

Ia menambahkan, tahapan pembangunan telah dimulai dengan proses pembebasan lahan di tahun 2025, dan pengerjaan konstruksi dijadwalkan dimulai awal 2026. Adapun pembayaran kewajiban pinjaman akan dimulai enam bulan setelah perjanjian ditandatangani.

Adi Arnawa menilai kerja sama dengan PT SMI menjadi pilihan tepat karena memberikan fleksibilitas suku bunga yang kompetitif.

“Dengan bunga yang rendah, beban pembiayaan daerah bisa ditekan. Kami juga sudah menyiapkan alokasi pembiayaan dalam rancangan APBD 2026 sebesar Rp326 miliar untuk kewajiban pinjaman ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Ingin Meringankan Beban Masyarakat, Wabup Wayan Diar Kembali Serahkan Banten Upasaksi Pengabenan Massal

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi atas langkah cepat Pemkab Badung. Ia menyebut pembangunan infrastruktur jalan ini akan memberi dampak langsung terhadap kemacetan, harga tanah, dan perkembangan pariwisata.

“Kawasan pariwisata di Badung berkembang sangat pesat. Jika infrastruktur tidak segera dibenahi, masalah seperti kemacetan dan ketersediaan air akan semakin kompleks. Karena itu percepatan ini sangat tepat,” tegas Koster.

Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menilai kolaborasi ini sebagai bagian penting dari dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat konektivitas wilayah wisata. Dana pinjaman senilai Rp2,83 triliun tersebut akan digunakan untuk pembangunan dan penanganan 17 trase jalan strategis, termasuk ruas Simpang Semer, Kerobokan, hingga kawasan Uluwatu dan GWK.

Baca Juga:  Gamelon Leko Menginspirasi Sanggar Selendro Agung tampil di PKB

“Pembangunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat, wisatawan, dan pelaku ekonomi lokal,” kata Reynaldi.

Dukungan juga datang dari Kementerian Keuangan RI melalui Dirjen Perimbangan Keuangan Askolani. Ia menyebut langkah Pemkab Badung sejalan dengan arah kebijakan pembiayaan daerah yang inovatif.

“Skema pinjaman ini menjadi contoh nyata bagaimana daerah bisa berinovasi untuk memperkuat ekonomi dan infrastruktur. Kami dari Kemenkeu memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini,” ujar Askolani.

Acara turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian RI Ferry Irawan, Forkopimda Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, serta jajaran OPD Pemkab Badung.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments