UPDATEBALI.com, BADUNG – Kinerja PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar hingga 31 Agustus 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Outstanding loan (OSL) mencatat kenaikan dengan pertumbuhan tahunan (YoY) sebesar 27,11% dan pertumbuhan tahun berjalan (YtD) sebesar 20,36%. Dari sisi nasabah, tingkat retensi mencapai 92,3% dengan akuisisi baru sebesar 7,7%.
Demikian terungkap saat pembukaan Pelatihan Jurnalistik dan Uji Kompetensi Wartawan kerjasama Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS) dengan PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar pada (10/9/2025) di Badung.
Pegadaian Kanwil VII yang membawahi 485 outlet, 64 kantor cabang, dan 6 kantor area ini juga berhasil menghimpun 243.315 pengguna aktif Pegadaian Digital, dengan lebih dari 1,5 juta transaksi tercatat.
Melalui channel penjualan, tercatat 7.312 agen aktif terdiri dari agen pembiayaan, gadai, pemasaran, dan pembayaran dengan total omset mencapai Rp1,98 triliun, rata-rata Rp248 miliar per bulan.
Salah satu produk unggulan adalah cicil emas dengan total akumulasi hingga Agustus 2025 sebesar 619 kilogram, didominasi 78,9% melalui Galeri 24.
Menurut I Made Suasmarajaya, Kepala Departemen Business Support PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, pencapaian ini tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Pegadaian, khususnya dalam investasi emas dan pembiayaan produktif.
“Kami terus mendorong nasabah untuk memanfaatkan layanan digital, karena transaksi melalui aplikasi Pegadaian Digital memberikan banyak kemudahan sekaligus poin lebih besar. Pertumbuhan positif ini adalah hasil sinergi outlet, agen, dan digital channel,” ujarnya.
Selain pencapaian kinerja, Pegadaian juga tengah menggencarkan Program Badai Emas 2025 yang terbagi menjadi dua skema, konvensional dan syariah. Program loyalitas ini memberi kesempatan nasabah meraih hadiah, mulai dari tabungan emas, gadget, mobil niaga, hingga paket wisata luar negeri.
Untuk versi syariah, hadiah utama mencakup Paket Haji Plus senilai Rp240 juta dan Paket Umroh Rp40 juta. Program berlangsung dalam dua periode, Mei–Agustus dan September–Desember 2025, dengan pengundian grand prize dijadwalkan pada Januari 2026.
“Badai Emas 2025 bukan sekadar undian, melainkan bentuk apresiasi kepada nasabah setia sekaligus dorongan untuk lebih mengenal produk-produk Pegadaian, baik konvensional maupun syariah. Kami ingin masyarakat semakin sadar bahwa emas adalah instrumen investasi yang aman dan menguntungkan,” tambah Suasmarajaya.
Dengan strategi ini, Pegadaian optimistis mampu mempertahankan pertumbuhan positif hingga akhir 2025 sekaligus memperluas literasi keuangan masyarakat. (dy/ub)





