Putri Koster Dorong Desa Jadi Garda Terdepan Gerakan Bali Bersih Sampah

0
159
Putri Suastini Koster, hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi percepatan program Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai (PPPPSP) dan PSBS
Putri Suastini Koster, hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi percepatan program Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai (PPPPSP) dan PSBS. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, KARANGASEM – Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Palemahan Kedas (PADAS) Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi percepatan program Pembatasan Penggunaan Plastik Sekali Pakai (PPPPSP) dan PSBS di Wantilan Kantor Camat Selat, Kabupaten Karangasem, Jumat 19 September 2025.

Dalam paparannya, Putri Koster menegaskan bahwa penanganan sampah di Bali tidak bisa lagi menggunakan pola lama “kumpul–angkut–buang” yang selama puluhan tahun hanya memindahkan masalah. Menurutnya, kunci utama adalah menyelesaikan persoalan dari sumber.

Baca Juga:  Seorang Nelayan Asal Tianyar Timur Hilang Seusai Alami Kecelakaan di Perairan Kubu

“Kalau sampah dipilah sejak awal, maka akan memberi manfaat. Sampah organik bisa diolah menjadi pupuk, sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang. Tapi kalau hanya dipindahkan, itu akan menimbulkan bencana,” ujarnya.

Ia mendorong masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga, untuk memanfaatkan TEBA modern maupun tong komposter sebagai solusi sederhana di rumah. Sementara desa adat dan desa dinas diminta memperkuat peran TPS3R agar tidak lagi bergantung pada TPA.

“Ketika desa bisa bersih, maka kecamatan dan kabupaten pun ikut bersih. Dari sinilah kita wujudkan Bali Bersih Sampah,” tegasnya.

Baca Juga:  TP Posyandu Bali Mantapkan Arah Program 2026 hingga Tingkat Desa

Camat Selat, I Gusti Ngurah Dyumatsna, menambahkan bahwa wilayahnya yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan pariwisata juga menghadapi tantangan serius terkait sampah. Karena itu, pemetaan lahan untuk TPS3R, penguatan aturan desa adat, hingga pembangunan TEBA modern dinilai penting untuk mendorong perubahan.

Setelah kegiatan di Selat, sosialisasi serupa berlanjut di Kecamatan Sidemen. Kepala Dinas KLH Provinsi Bali, I Made Rentin, dalam arahannya menekankan bahwa pemerintah tidak hanya menekankan pengelolaan sampah organik dan anorganik di hulu, tetapi juga mendorong pengembangan fasilitas waste to energy (WTE) di hilir sebagai solusi jangka panjang.

Baca Juga:  WNA Korea Selatan Hilang di Gunung Agung Ditemukan Meninggal Dunia di Ketinggian 2200 Mdpl

Camat Sidemen, I Nyoman Swenegara, menyatakan dukungan penuh terhadap program PSBS. Menurutnya, gerakan ini merupakan langkah strategis untuk mengurangi sampah dari akar permasalahan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri TP PKK Kabupaten Karangasem, TP PKK Kecamatan Selat dan Sidemen, perbekel, bendesa adat, serta tim percepatan PSBS dan PPPPSP.(yud/ub)