UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Jalanan Kota Negara dipadati ribuan masyarakat yang antusias menyaksikan parade budaya sebagai puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-130 Kota Negara, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Sebanyak 1.800 seniman dari berbagai daerah ikut ambil bagian, menghadirkan atraksi budaya yang memukau dan sarat makna.
Parade budaya ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jembrana untuk menghadirkan hiburan sekaligus melestarikan seni tradisi, meski di tengah kondisi anggaran yang terbatas.
Antusiasme masyarakat yang memenuhi jalan raya menunjukkan kecintaan mendalam terhadap warisan budaya dan kebersamaan.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga sekaligus terharu atas semangat gotong royong masyarakat.
“Parade budaya ini adalah cermin dari semangat gotong royong dan kreativitas masyarakat Jembrana. Kami berharap acara ini bisa menjadi pengingat di tengah arus perubahan zaman bahwa budaya adalah pengikat identitas kita dan pelita yang menuntun langkah ke depan,” ungkapnya.
Kembang Hartawan menambahkan, parade tahun ini dikemas lebih inklusif dengan melibatkan seniman dari Jembrana, kabupaten/kota se-Bali, hingga Banyuwangi.
Menariknya, hampir seluruh seniman hadir dengan semangat ngayah, tanpa mengedepankan imbalan.
“Hampir 1.800 seniman hadir mempersembahkan karyanya bukan karena bayaran, tapi karena panggilan jiwa. Mereka datang dengan ketulusan untuk ngayah, mengabdi demi seni, demi budaya, demi Jembrana,” ujarnya.
Selain menampilkan kreativitas budaya, parade juga menjadi simbol persatuan. Di penghujung acara, seluruh ASN dan Non-ASN, mulai dari pimpinan hingga staf, ikut turun tangan bergotong royong membersihkan sampah di lintasan parade.
Kembang Hartawan pun menutup sambutannya dengan pesan kebersamaan.
“Mari kita jaga kebersamaan ini agar kita tetap bersatu, terhindar dari perpecahan,” katanya.
Parade budaya ini sekaligus menandai puncak Festival Semarak Jembrana 2025 yang telah berlangsung sepanjang Agustus. Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan olahraga, seni, pameran, hingga kegiatan sosial, dan ditutup dengan parade yang berlangsung dari Jalan Gatot Subroto hingga berakhir di Jalan Ngurah Rai Negara, di kawasan Patung Adipura.(den/ub)





