Peringatan HUT Bali ke-67, Pemkab Bangli Dukung Strategi One Island One Management

0
246
Peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali di Bangli berlangsung khidmat dan sarat makna, dengan penekanan pada pelestarian budaya serta dukungan terhadap visi pembangunan Bali yang berkelanjutan dan menyeluruh.
Peringatan Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali di Bangli berlangsung khidmat dan sarat makna, dengan penekanan pada pelestarian budaya serta dukungan terhadap visi pembangunan Bali yang berkelanjutan dan menyeluruh. Sumber foto : Humas Bangli

UPDATEBALI.com, BANGLI – Upacara peringatan Hari Jadi Provinsi Bali ke-67 di Kabupaten Bangli berlangsung khidmat di Alun-Alun Bangli, Kamis, 14 Agustus 2025.

Ratusan peserta hadir, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pimpinan perangkat daerah, anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), hingga unsur TNI/Polri.

Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam sambutannya, ia membacakan amanat Gubernur Bali yang menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya Bali sebagai identitas utama, sekaligus mendorong inovasi dan sinergi untuk membangun Bali yang lebih maju dan sejahtera.

Baca Juga:  Pelantikan ASN Bangli 2025, Bupati Sedana Arta Ingatkan Pentingnya Loyalitas dan Profesionalitas

“Peringatan hari jadi ini menjadi momentum bagi kita semua untuk merefleksikan kembali pencapaian yang telah diraih, sekaligus memantapkan komitmen mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Bali Era Baru,” ujar Sedana Arta.

Selain itu, peringatan ini diharapkan dapat memupuk rasa persatuan, semangat kebersamaan, dan komitmen berkarya demi kemajuan Bali, khususnya Kabupaten Bangli.

Baca Juga:  DPRD Bali Gelar Paripurna ke-17, Bahas Raperda RPJMD 2025–2029 dan Pertanggungjawaban APBD 2024

Di hadapan awak media, Sedana Arta menegaskan dukungan penuh Pemkab Bangli terhadap kebijakan “One Island, One Management” yang digagas Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Konsep ini bertujuan menyatukan seluruh aspek pembangunan di Pulau Dewata di bawah satu sistem tata kelola terkoordinasi, sehingga pembangunan berjalan terencana, terarah, dan terpadu.

“Tujuannya adalah menciptakan pembangunan yang terencana, terarah, dan terpadu, serta menjaga keseimbangan antara alam, budaya, dan masyarakat Bali,” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur Bali Buka DOPEN 2026, Apresiasi Doa Bersama untuk Pulau Dewata

Ia berharap sistem ini dapat menjadi solusi atas tantangan pembangunan seperti kesenjangan antar wilayah dan pengelolaan sumber daya yang belum optimal.

“Dengan tata kelola ini, pembangunan di Bali diharapkan merata, berkelanjutan, dan memberikan manfaat lebih besar bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.(yud/ub)