UPDATEBALI.com, BADUNG – Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) resmi membuka Diklat VIII dan Penyegaran VII Wasit Nasional Taekwondo Indonesia 2025 untuk kategori Kyorugi dan Poomsae.
Pembukaan kegiatan ini berlangsung di Hotel Sunset 100, Kuta, Bali, dan berlangsung hingga 29 Juli 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PBTI, yang menetapkan pelaksanaan diklat dan penyegaran wasit nasional di tiga wilayah: Indonesia Barat, Tengah, dan Timur. Tahun ini, wilayah Indonesia Tengah yang mencakup provinsi Bali, seluruh provinsi di Pulau Jawa, NTB, NTT, dan sebagian Kalimantan menjadi wilayah pertama yang melaksanakan kegiatan tersebut, dengan Bali sebagai tuan rumah.
Ketua Panitia, Irwan Santosa, dalam laporannya menyampaikan bahwa total peserta berjumlah 411 orang, terdiri dari 2 (dua) Kategori yakni Kyorugi Diklat Wasit Nasional (DWN) 138 peserta, Penyegaran Wasit Nasional (PWN) 190 peserta dengan total 328 peserta.
“Sedangkan Kategori Poomsae DWN 24 peserta, PWN 61 peserta dan total 84 peserta,” jelasnya.

Peserta berasal dari 14 provinsi, termasuk Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, DIY Yogyakarta, dan Bangka Belitung.
Seluruh peserta Poomsae dan sebagian peserta Kyorugi menginap di Hotel Sunset 100, sementara sisanya ditempatkan di Hotel Majesty, dengan fasilitas transportasi antar lokasi kegiatan yang disiapkan oleh panitia.
Master Rafael Jerosok, Kabid III PBTI mewakili Ketua Umum Letjen TNI Richard Tampubolon, menyatakan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi model bagi wilayah lain, khususnya untuk kegiatan serupa yang akan digelar di Sumatera (Wilayah Barat) dan Makassar (Wilayah Timur).
“Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan kapasitas wasit nasional agar mampu mengikuti perkembangan regulasi dan mampu mengaplikasikannya pada kejuaraan-kejuaraan yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, mengajak para peserta khususnya dari Bali untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Ia juga menekankan pentingnya pembinaan wasit profesional yang dapat menunjang sport tourism di Bali.
“Standar wasit yang baik sangat dibutuhkan dalam mendukung penyelenggaraan event-event olahraga berkualitas di Bali,” tegasnya.
Ketua Pengprov Taekwondo Indonesia Provinsi Bali, Laksamana Pertama (Purn) I Wayan Wetha, menyatakan komitmennya untuk melaksanakan seluruh program dari PBTI secara optimal.
“Kami di Bali siap menjadi contoh penyelenggaraan yang baik untuk wilayah lainnya. Ini juga bagian dari upaya kami menjunjung nama Indonesia di kancah internasional,” ungkapnya.
Pembukaan resmi berlangsung pada Kamis, 24 Juli 2025 pukul 13.00 WITA, bertempat di Hotel Sunset 100 Kuta, Bali.(den/ub)





