spot_img
spot_img
BerandaBaliCegah Resiko Persalinan Prematur dengan Konsumsi Vitamin D, Anak Agung Gede Putra...

Cegah Resiko Persalinan Prematur dengan Konsumsi Vitamin D, Anak Agung Gede Putra Wiradnyana Raih Gelar Doktor

UPDATEBALI.com, Denpasar – Persalinan prematur atau dalam istilah medis disebut preterm adalah persalinan yang terjadi sebelum usia gestasi 37 minggu. Dalam dua dekade terakhir, persalinan preterm masih merupakan masalah kesehatan ibu hamil terkait dengan prevalensi, morbiditas, dan mortalitas ibu dan bayi.

Semua hal tersebut dapat menyebabkan rendahnya kualitas sumber daya manusia di masa yang akan datang. Kadar Vitamin D serum maternal yang rendah, ekspresi p38MAPK positif pada selaput ketuban, dan kadar IL-8 serum maternal yang tinggi pada ibu hamil, secara simultan merupakan faktor penyebab terjadinya resiko persalinan preterm.

Hal ini disampaikan oleh dr. Anak Agung Gede Putra Wiradnyana, Sp.OG (K)-KFM, dalam ujian Promosi Doktor dengan judul disertasi �Kadar Vitamin D Serum Maternal yang Rendah, Ekspresi p38MAPK Positif pada Selaput Ketuban, dan Kadar IL-8 Serum Maternal yang Tinggi pada Ibu Hamil Sebagai Faktor Risiko Terjadinya Persalinan Preterm di RSUP Sanglah Denpasar�, bertempat di ruang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah Selasa (18/1/2022).

Baca Juga:  Timnas Bermain Imbang dengan Bangladesh, Shin Minta Maaf

Hasil penelitian menemukan bahwa kadar vitamin D serum maternal yang rendah, ekspresi p38MAPK positif pada selaput ketuban, dan kadar IL-8 serum maternal yang tinggi merupakan faktor risiko terjadinya persalinan preterm, dimana kadar vitamin D serum maternal yang rendah pada ibu hamil sebagai faktor risiko terjadinya persalinan preterm sebesar 14 kali (OR = 13,60; IK 95 % = 3,25 – 56,95; p = 0,01), ekspresi p38MAPK positif pada selaput ketuban ibu hamil sebagai faktor risiko terjadinya persalinan preterm sebesar 9 kali (OR = 8,80; IK 95 % = 2,50 – 30,97; p = 0,01), kadar IL-8 serum maternal yang tinggi sebagai faktor risiko terjadinya persalinan preterm sebesar 15 kali (OR = 15,40; IK 95 % = 4,08 – 58,17; p = 0,01), dan pada analisis multivariat dengan metode regresi logistik secara simultan didapatkan bahwa kadar IL-8 serum maternal yang tinggi merupakan faktor risiko paling tinggi diikuti oleh ekspresi p38MAPK positif pada selaput ketuban dan kadar vitamin D serum maternal yang rendah.

Baca Juga:  Jaga Kebersihan Aliran Sungai di Lingkungan Basangkasa, Sekda Adi Arnawa Buka Lomba Mancing Air Deras

“Implikasi hasil penelitian ini menghasilkan rekomendasi, bahwa pemeriksaan kadar vitamin D dan IL-8 serum maternal dapat digunakan sebagai skrining pada penanganan ibu hamil yang berisiko tinggi terjadinya persalinan preterm, untuk selanjutnya dapat diberikan suplementasi vitamin D dengan dosis 400 IU setiap hari pada ibu hamil untuk mencegah terjadinya persalinan preterm.�jelas Anak Agung Gede Putra Wiradnyana.

Baca Juga:  Busana Adat Bali Warnai Kampanye Koster-Giri di Desa Busungbiu

Hal ini merupakan upaya pencegahan yang murah dan aman serta terjangkau secara substansial yang dapat mengurangi resiko terjadinya persalinan preterm.

Pada Ujian Promosi Doktor yang juga dihadiri oleh sejumlah undangan akademik ini, Dr. dr. Anak Agung Gede Putra Wiradnyana, Sp.OG (K)-KFM dinyatakan lulus sebagai Lulusan ke- 334 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, dengan predikat CUMLAUDE. (ub/unud.ac.id)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments