Bupati dan Wabup Badung Hadiri Upacara Bhiseka Ida Cokorda Mengwi XIII di Pura Taman Ayun

0
363
Bupati dan Wabup Badung Hadiri Upacara Bhiseka Ida Cokorda Mengwi XIII di Pura Taman Ayun
Bupati dan Wabup Badung Hadiri Upacara Bhiseka Ida Cokorda Mengwi XIII di Pura Taman Ayun. Sumber foto: Humas Badung

UPDATEBALI.com, BADUNG  – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menghadiri dan mengikuti langsung prosesi sakral Bhiseka Ida Cokorda Mengwi XIII di kawasan suci Pura Taman Ayun, Mengwi Senin, 7 Juli 2025.

Bupati didampingi istri, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, dalam upacara yang penuh makna tersebut.

Upacara Bhiseka kali ini menandai penobatan resmi Penglingsir Puri Ageng Mengwi, Anak Agung Gde Agung, sebagai Ida Cokorda Mengwi XIII, bersama istri beliau yang juga mendapatkan gelar Mabiseka Ratu Ida Istri Mengwi.

Baca Juga:  Denpasar Tingkatkan Layanan Posyandu, 50 Kader Dapat Pendampingan Langsung

Prosesi dimulai dengan Peed Agung—iringan suci yang berjalan kaki dari Puri Ageng Mengwi menuju Pura Taman Ayun. Bupati dan Wakil Bupati turut berjalan mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Penglingsir Puri Ageng dalam perjalanan tersebut.

Sesampainya di pura, dilangsungkan upacara mejaya-jaya dan Bhiseka yang dipuput oleh 11 sulinggih. Dalam rangkaian tersebut, Ida Cokorda Mengwi XIII menerima tongkat kerajaan, pin lambang keabsahan, serta destar sebagai simbol penobatan. Prosesi ini juga diisi dengan metapak kebo, sebagai bagian penting dari tradisi penobatan raja dalam budaya Bali.

Baca Juga:  Hadiri HUT Ke-55 ST Bruma Kapal Bupati Giri Prasta Beri Apresiasi dan Dukungan

Upacara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri tokoh nasional dan kerajaan, seperti Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama GKR Hemas, Ketua DPD RI, Sekjen DPR RI, serta perwakilan Puri Ageng Klungkung, Karangasem, DPRD Badung, dan Mangu Kertha Mandala Mengwi.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada AA. Gde Agung atas pengangkatannya sebagai pemimpin adat di Mengwi. Ia menilai, Bhiseka ini tidak hanya sarat makna spiritual, namun juga memperkuat pelestarian budaya Bali, khususnya di Badung.

Baca Juga:  PS Sarjana Peternakan Fapet Unud Gelar Pembekalan Magang Industri

“Kami mendukung penuh pelestarian adat dan warisan leluhur. Terlebih upacara ini berlangsung di Pura Taman Ayun yang telah diakui dunia sebagai warisan budaya UNESCO. Semoga penobatan ini menjadi tonggak menjaga keberlanjutan peradaban Bali yang adiluhung,” ujarnya.

Bupati juga berharap upacara seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan budaya serta nilai-nilai luhur Bali.(den/ub)