UPDATEBALI.com, BULELENG – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Atap Sawan yang berlokasi di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Buleleng ternyata sangat membutuhkan perbaikan, plafon ruang kelas jebol bahkan lantainya belum dikeramik. DPRD Buleleng sebut akan memperjuangkan renovasi.
Anggota Komisi IV DPRD Buleleng Nyoman Meliun mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendata fasilitas sekolah yang ada di Kabupaten Buleleng agar dapat diajukan dalam anggaran APBD sesuai dengan asas kebutuhan.
Meliun menyebut, kondisi SMPN 1 Atap Sawan sangat memprihatinkan. Dimana senderan pagar sudah retak dan sangat membahayakan siswa, plafon ruang kelas sudah jebol, bahkan lantai masih semen belum dikeramik serta kekurangan fasilitas.
“Kita melihat langsung kondisi SMP 1 Atap Sawan, ada beberapa permasalahan yang ditemui. Kami juga menyerap aspirasi sarana dan prasarana untuk kegiatan belajar mengajar,” Ujar dia, Rabu 12 Maret 2025.
Selain mengecek kondisi sekolah, Meliun juga mengelar tatap muka dengan kepala Desa Lemukih beserta perangkat desa, dan perwakilan Sekolah Dasar Desa Lemukih. Dalam tatap muka tersebut, Dia menyampaikan terkait dengan program pengusulan DTKS, Kartu Indonesia Pintar dan PIP.
“Kehadiran kami disini untuk menyerap masukan dari sekolah-sekolah terkait dengan pelaksanaan DTKS, KIP dan PIP,” Kata dia.
Lebih lanjut, Meliun mengaku akan memperjuangan renovasi di SMP 1 Atap Sawan dan membawa hasil dari kunjangan kerja ini untuk dibahas dalam rapat internal Komisi.
“Apa yang menjadi temuan dilapangan dan masukan-masukan dari sekolah, kami akan bahas dikomisi dan memperjuangkan untuk mendapat prioritas dari pemerintah daerah agar segera ditindaklanjuti,” Tegasnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 1 Atap Sawan, I Gede Widi menyampaikan dengan kunjungan ini, anggota Dewan Buleleng dapat melihat langsung kondisi dan kekurangan sarana prasana di sekolah.
Dari fasilitas bangunan, banyak ruang kelas yang bocor dan plafon jebol sehingga sangat menggangu proses belajar mengajar. Selain itu, lantai bawah kelas juga masih rabatan semen belum dikeramik. Disamping ruang lab senderan sudah mulai retak dan sangat membahayakan.
“Harapan kami dengan kehadiran dari Komisi IV untuk bisa memfasilitasi perbaikan gedung sekolah guna kelancaran belajar mengajar dan keselamatan siswa. Selain itu kami usulkan kekurangan guru matematika yang saat ini masih kosong di SMP 1 Atap” Harapnya.(dna/ub)





