OJK Ambil Alih Pengawasan Derivatif Keuangan, Terbitkan POJK Nomor 1 Tahun 2025

0
284
Logo OJK
Logo OJK. Sumber Foto: OJK

UPDATEBALI.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Derivatif Keuangan dengan Aset yang Mendasari Berupa Efek.

Peraturan ini merupakan tindak lanjut dari peralihan tugas pengaturan dan pengawasan Derivatif Keuangan dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) kepada OJK, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 312 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Baca Juga:  OJK Peduli 2025, Dorong Disabilitas Akses Keuangan Lewat Edukasi di Yayasan Bunga Bali

Plt. Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menyatakan bahwa POJK ini memberikan kepastian hukum bagi keberlangsungan dan pengembangan produk, pelaku, serta penyelenggara infrastruktur pasar Derivatif Keuangan dengan aset yang mendasari berupa efek.

“OJK akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap implementasi POJK ini untuk memastikan peraturan ini berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh pihak,” ujarnya.

Baca Juga:  Diduga Terjadi Konsleting, Sebuah Minibus Terbakar di SPBU Kota Magelang

Adapun substansi utama yang diatur dalam POJK ini meliputi:

  1. Ruang lingkup pengaturan dan pengawasan Derivatif Keuangan dengan aset yang mendasari berupa efek;
  2. Produk, pelaku, dan penyelenggaraan infrastruktur pasar Derivatif Keuangan dengan aset yang mendasari berupa efek;
  3. Pengawasan serta penegakan hukum bagi pelaku dan penyelenggara infrastruktur Derivatif Keuangan dengan aset yang mendasari berupa efek;
  4. Peralihan produk, pelaku, dan penyelenggara infrastruktur Derivatif Keuangan dengan aset yang mendasari berupa efek.
Baca Juga:  Perbankan Indonesia Masuk Era Baru, OJK Luncurkan RP3I 2026-2030 untuk Perkuat Daya Saing

Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal beralihnya tugas pengaturan dan pengawasan Derivatif Keuangan dari Bappebti kepada OJK, yaitu 10 Januari 2025. Dengan diberlakukannya POJK ini, OJK berharap dapat menciptakan ekosistem pasar derivatif yang lebih transparan, stabil, dan berdaya saing dalam mendukung pertumbuhan sektor keuangan di Indonesia.(yud/ub)