spot_img
spot_img
BerandaBaliLaporan Dicabut, Kasus Ayah Pukuli Anak di Buleleng Segera Damai

Laporan Dicabut, Kasus Ayah Pukuli Anak di Buleleng Segera Damai

UPDATEBALI.com, BULELENG – Laporan dugaan kasus tindak pidana kekerasan terhadap anak yang dilakukan KS terhadap anak kandungnya di salah satu desa di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng dicabut. Keduanya segera dipertemukan untuk didamaikan.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika mengatakan, upaya restorative justice atau RJ ini akan ditempuh menyusul dicabutnya laporan kasus tersebut oleh pihak korban, pada Selasa 25 Februari 2025 lalu didampingi keluarganya.

Baca Juga:  DPRD Bali Apresiasi Gubernur Koster Sutindih Membangun Bali

“Laporan aduannya sudah dicabut oleh pelapor. Rencananya akan diselesaikan dengan restorative justice,” Kata dia, Minggu 2 Maret 2025.

Lebih lanjut AKP Darma menambahkan, laporan dugaan kekerasan itu dicabut, berdasarkan sejumlah pertimbangan yang diambil oleh korban dan keluarganya. Dengan pencabutan laporan itu penyidikan atas kasus dugaan kekerasan ayah terhadap anak tersebut akhirnya dihentikan.

Baca Juga:  Buleleng Raih Tiga Juara di Jantra Tradisi Bali VI, Pembinaan Atlet Muda Terus Tunjukkan Hasil

“Laporannya masih berupa aduan. Berdasarkan pencabutan, jadinya dilakukan RJ. Pelapor dan terlapor akan dipertemukan, untuk didamaikan,” Imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang ayah berinisial KS asal salah satu desa di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng dilaporkan ke polisi gegara memukuli anak kandungnya berinisial KN (15) pada Selasa 11 Februari 2025.

Saat itu KN memakai sepeda motor milik ayahnya ke salah satu pantai di Desa Kubutambahan sejak pukul 13.00 Wita dan baru pulang bersama temannya sekitar pukul 16.00 Wita. Sesampainya di rumah, korban sudah ditunggu oleh terlapor.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Hadiri HUT ST Kertha Muda Yasa dan ST Jaya Chanti Kedonganan

Namun diduga tanpa bertanya, terlapor langsung memukul si anak menggunakan tangan kanan yang mengepal hingga kena pelipis mata pada bagian kiri atas. Akibatnya pelipis mata korban mengeluarkan darah.(dna/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments