Tindak Lanjut Instruksi Presiden RI, Pemprov Bali Gelar Rakor Distribusi LPG 3 Kg

0
231
Tindak Lanjut Instruksi Presiden, Pemprov Bali Gelar Rakor Distribusi LPG 3 Kg
Tindak Lanjut Instruksi Presiden, Pemprov Bali Gelar Rakor Distribusi LPG 3 Kg. Sumber foto: Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Menyikapi dinamika distribusi LPG 3 Kg, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali melalui Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (Disnaker ESDM) menggelar rapat koordinasi (Rakor) di Ruang Rapat Siddhakarya, Kantor Disnaker ESDM Bali, pada Selasa, 4 Februari 2025.

Rakor tersebut melibatkan berbagai pihak, antara lain PT Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas Bali, dan Tim Pengawasan Terpadu Disperindag, untuk membahas tindak lanjut arahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menginstruksikan Kementerian ESDM mengaktifkan kembali distribusi LPG 3 Kg di tingkat pengecer.

Baca Juga:  Beachwalk Shopping Center Tunjukkan Kepedulian lewat Aksi Sosial untuk Korban Banjir

Rakor ini dipimpin oleh Kadisnaker ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan, dan dihadiri oleh berbagai pejabat terkait, termasuk Sales Area Manager (SAM) Retail Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus wilayah Bali, Endo Eko Satryo, dan Ketua Hiswana Migas Bali, Dewa Putu Ananta.

Endo Eko Satryo menjelaskan bahwa sejak 1 Februari 2025, kebijakan yang tidak melayani penjualan LPG 3 Kg di tingkat pengecer diberlakukan, dan telah dilakukan sosialisasi ke pangkalan.

“Meskipun stok LPG 3 Kg dipastikan aman, kebijakan ini memicu gejolak masyarakat yang harus membeli langsung ke pangkalan,” ungkapnya.

Baca Juga:  REC Jadi Gaya Hidup Baru, PLN UID Bali Pimpin Gerakan Energi Ramah Lingkungan

Merespon hal tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan untuk mengaktifkan kembali penjualan LPG 3 Kg di pengecer yang sudah terdaftar.

Menindaklanjuti instruksi presiden, Pertamina Patra Niaga Bali telah memutuskan untuk kembali melayani pengecer yang terdaftar melalui aplikasi MerchantApps Pangkalan Pertamina Lite (MAP), namun dengan penyesuaian menjadi sub pangkalan. Saat ini, distribusi LPG 3 Kg di Bali dilayani oleh 120 agen, 4.347 pangkalan, dan 6.250 sub pangkalan.

Zico Aldillah Syahtian dari Pertamina mengungkapkan bahwa mereka masih belum memiliki acuan tata niaga terkait arahan presiden dan hanya mengaktifkan pengecer yang sebelumnya sudah terdaftar.

Baca Juga:  NPHD Sah Ditandatangani, Pemilukada Serentak di Bali Diharapkan Berjalan Kondusif dan Demokratis

Dewa Putu Ananta dari Hiswana Migas Bali menekankan pentingnya pembenahan tata niaga dan pengawasan yang melibatkan perangkat desa.

Kadisnaker ESDM Bali, Ida Bagus Setiawan, mengingatkan bahwa penyesuaian diperlukan untuk menstabilkan situasi, termasuk melalui operasi pasar dan intensifikasi sosialisasi mengenai lokasi pangkalan dan sub pangkalan. Untuk solusi jangka panjang, ia juga mengusulkan evaluasi terhadap pemberian subsidi LPG 3 Kg agar tata kelola distribusinya lebih efektif. (yud/ub)