800 Tenaga Non-ASN Jembrana Perebutkan 610 Formasi PPPK Tahap I

0
289
800 Tenaga Non-ASN Jembrana Perebutkan 610 Formasi PPPK Tahap I. Sumber foto: Humas Jembrana

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Sebanyak 800 tenaga non-ASN dan Tenaga Honorer Kategori (THK) II Pemerintah Kabupaten Jembrana mengikuti Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I yang berlangsung selama dua hari, pada Kamis, 5 Desember 2024, dan Jumat, 6 Desember 2024, di Politeknik Pariwisata Bali, Denpasar.

Seleksi Tahap I ini diperuntukkan bagi tenaga non-ASN dan THK II yang telah terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Total peserta akan memperebutkan 610 formasi yang telah disediakan, yang terdiri atas 15 jabatan fungsional guru, 30 jabatan fungsional kesehatan, 89 jabatan fungsional teknis, dan 476 jabatan pelaksana.

Baca Juga:  Akademisi hingga Yowana Setuju Gubernur Koster Keluarkan Peringatan Hari Arak Bali

Berbeda dari tahun sebelumnya yang hanya membuka formasi untuk jenjang pendidikan tertentu, tahun ini seleksi juga memberikan kesempatan kepada tenaga non-ASN dengan pendidikan SMA atau sederajat.

Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jembrana, Gusti Putu Subaga, menyampaikan bahwa jumlah peserta Seleksi PPPK Tahap I mencapai 800 orang, ditambah 2 peserta yang mengikuti tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), sehingga totalnya menjadi 802 peserta.

Baca Juga:  Tim Khusus Dibentuk untuk Buru Pengemudi Ojol Pelaku Pemerkosaan di Bali

“Peserta yang mengikuti tes PPPK Tahap I sebanyak 800 orang, ditambah 2 peserta CPNS, sehingga totalnya menjadi 802 orang yang ikut seleksi tahap pertama ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan tes berlangsung selama dua hari. Pada 5 Desember 2024, ujian digelar pada sesi kedua dan ketiga, sedangkan pada 6 Desember 2024 dilaksanakan pada sesi pertama.

Baca Juga:  Buka Kreativitas dan Pemberdayaan SLB, Putri Koster Dorong Penyandang Disabilitas Asah Talenta dan Keterampilan

“Instansi Pemerintah Kabupaten Jembrana mendapat jadwal ujian tanggal 5 dan 6 Desember 2024. Pada tanggal 5, ujian dilaksanakan di sesi kedua dan ketiga, sementara tanggal 6 di sesi pertama,” jelasnya.

Proses ujian, menurut Gusti Putu Subaga, berlangsung lancar meski ada sedikit kendala akibat hujan deras dan pemadaman listrik.

“Permasalahan terjadi karena hujan dan listrik mati, sehingga pelaksanaan mundur sekitar satu jam. Namun, ujian tetap berjalan lancar,” tutupnya.(yud/ub)