Bank Indonesia Gelar Talkshow ‘CAKAP’ untuk Edukasi Digitalisasi Sistem Pembayaran

0
805
Bank Indonesia Gelar Talkshow 'CAKAP' untuk Edukasi Digitalisasi Sistem Pembayaran
Bank Indonesia Gelar Talkshow 'CAKAP' untuk Edukasi Digitalisasi Sistem Pembayaran. Sumber foto: Bank Indonesia

UPDATEBALI.com, BADUNG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bali mengadakan Talkshow Perluasan Digitalisasi Sistem Pembayaran (Paradise) dengan topik Cerdas Mengatur Keuangan dengan Aman dan Produktif (CAKAP) di The Stones Hotel, Bali, dan secara daring.

Talkshow ini berfokus pada peningkatan literasi keuangan, khususnya kewaspadaan terhadap pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online.

Kepala KPw BI Bali, Erwin Soeriadimadja, dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Bali, yang tercatat mencapai 5,46% (yoy) pada Triwulan III 2024.

“Perkembangan digitalisasi mampu memberi daya dukung terhadap pertumbuhan ekonomi Bali. Namun, masih terdapat gap signifikan antara inklusi keuangan yang mencapai 92,21% dan literasi keuangan yang hanya 57,66%,” ungkap Erwin pada 19 November 2024.

Baca Juga:  KPK RI Sinergi dengan Pemkab Jembrana Upaya Pencegahan Korupsi

Erwin juga memaparkan tiga langkah sinergi yang perlu diperkuat:

  1. Meningkatkan digital mindset masyarakat melalui edukasi.
  2. Mempercepat digitalisasi sistem pembayaran.
  3. Membangun budaya cerdas finansial untuk menciptakan keamanan transaksi dan mengurangi risiko finansial.

Dalam sesi talkshow, Advisor KPw BI Bali, Butet Linda H. Panjaitan, menyoroti peran generasi muda digital savvy dan wisatawan dalam mendukung prospek digitalisasi Bali. Namun, ia menegaskan pentingnya menjaga keamanan transaksi digital.

“KPw BI Bali mengembangkan program ‘Eling Raga’ yang melibatkan edukasi, sinergi antar lembaga, dan inovasi budaya konsumen berdaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujar Butet.

Baca Juga:  Pembukaan Pelayanan Kesehatan XIII HMIK FK Unud

Direktur Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Irhamsah, mengingatkan masyarakat agar selektif terhadap pinjol.

“Hanya 97 fintech legal yang terdaftar di OJK, sehingga masyarakat harus waspada terhadap pinjol ilegal,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Kepatuhan PPATK, Syahril Ramadhan, mencatat 70% laporan yang diterima PPATK terkait penipuan online. Ia mendorong masyarakat melaporkan aktivitas judi online untuk ditindaklanjuti oleh OJK, PPATK, dan kepolisian.

Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP Gusti Ayu Putu Suinaci, menegaskan bahwa pengunggahan data pribadi secara sembarangan menjadi penyebab utama risiko dari pinjol ilegal. Oleh karena itu, edukasi literasi digital menjadi langkah penting dalam pencegahan.

Baca Juga:  Nginap di Villa, Bule Germany Gantung Diri di Kamar

Musdalifah Basri, komika sekaligus influencer, mengajak masyarakat tidak takut menggunakan layanan digital dengan pemahaman yang benar.

“Digitalisasi dapat meningkatkan jumlah wisatawan dan ekonomi Bali jika dimanfaatkan dengan bijak,” ungkapnya.

Di tengah kemudahan digitalisasi, budaya konsumtif perlu diantisipasi. Oleh karena itu, edukasi menabung dan berinvestasi menjadi bagian dari langkah menciptakan masyarakat cerdas secara finansial.

Talkshow Paradise menjadi bukti sinergi antar lembaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, merata, dan berkelanjutan di Bali.(yan/ub)