UPDATEBALI.com, BADUNG – Menjelang pemungutan suara dalam 15 hari, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali dan Kabupaten Badung mengadakan Coffee Morning di Uma Taki, Badung, pada Selasa, 12 November 2024.
Pertemuan ini bertujuan membahas persiapan serta kendala dalam pembentukan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah tersebut.
Komisioner KPU Bali, I Gede Jhon Darmawan, menjelaskan bahwa acara ini diadakan untuk memperkuat koordinasi dan mengantisipasi potensi kendala selama proses Pilkada Serentak 2024. Salah satu fokus utama adalah kesiapan TPS di lapangan terbuka, terutama dalam menghadapi musim hujan yang mulai melanda Bali.
Jhon menekankan pentingnya monitoring lokasi TPS untuk menghindari dampak dari potensi bencana, seperti banjir.
“Kami harus mempersiapkan sejak dini guna mengurangi risiko bencana, terutama jika intensitas hujan meningkat,” ujar Jhon Darmawan.

Ketua KPU Kabupaten Badung, I Gusti Ketut Gede Yusa Arsana Putra, juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mulai mendistribusikan logistik pemilu pada 25 November 2024, meskipun ada tantangan berupa kondisi jalan di daerah Pecatu yang rawan macet.
“Kami (KPU Badung) akan melakukan pendistribusian logistik pemilu mulai tanggal 25 November 2024, untuk tantangannya medan jalan di kawasan Pecatu yang rawan macet,” ungkapnya.
Ketua Bawaslu Badung, I Gede Hery Indrawan, menambahkan bahwa pendirian TPS di area terbuka perlu dihindari untuk meminimalkan risiko terkait bencana alam.
“Kami berharap pelaksanaan Pilkada 2024 di Badung dapat berjalan lancar hingga tahap penghitungan suara,” ungkapnya.
Acara ini mencerminkan kesiapan dan langkah antisipatif dari KPU dan Bawaslu untuk memastikan Pemilukada 2024 berjalan dengan aman dan lancar, meskipun cuaca dan kondisi medan menjadi tantangan tersendiri.(den/ub)





