UPDATEBALI.com, DENPASAR – Penggunaan Renewable Energy Certificate (REC) oleh PT PLN (Persero) di Bali mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2024, mencatat pertumbuhan sebesar 154% dibandingkan dengan realisasi di akhir tahun 2023.
Hingga kuartal ketiga tahun ini, REC PLN telah digunakan oleh 62 pengguna di Bali dengan total kapasitas mencapai 15.936 Megawatt hour (MWh).
Kinerja ini menegaskan keberhasilan BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir dalam mempromosikan penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Bali. Sejak diluncurkan pada tahun 2020 hingga akhir 2023, total penjualan REC PLN di Bali mencapai lebih dari 40.430 MWh.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali, I Gede Agung Sindu Putra, menjelaskan bahwa REC hadir sebagai solusi dalam menghadapi tantangan dekarbonisasi, khususnya untuk sektor bisnis dan industri.
“Saat ini kedua sektor ini dituntut mampu bersaing dengan produk yang dihasilkan dari energi bersih. PLN berkomitmen membantu pelaku usaha untuk menjawab tantangan ini sehingga dapat meningkatkan reputasi mereka melalui penggunaan REC,” ujarnya pada 30 September 2024.
Wilayah terbanyak yang memanfaatkan REC PLN adalah Bali bagian Selatan, dengan total pelanggan mencapai 473. Sindu menekankan bahwa dengan membeli REC, pelanggan turut berpartisipasi dalam mendukung pembangunan pembangkit EBT di Indonesia.
“Masyarakat, terutama pelaku usaha di sektor bisnis dan industri, tidak perlu ragu untuk memanfaatkan fasilitas REC PLN ini. Mereka dapat mencapai target netral karbon atau 100% EBT tanpa harus membangun infrastruktur sendiri untuk memasok kebutuhan produksi,” tutup Sindu.
Dengan pertumbuhan penggunaan REC ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha yang beralih ke energi bersih, mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan di Bali.(yud/ub)





