Dikira Layangan, Penemuan Mayat di Kuburan Badung dalam Pemeriksaan Polisi

0
336
Penemuan Mayat di Kuburan Badung dalam Pemeriksaan Polisi
Penemuan Mayat di Kuburan Badung dalam Pemeriksaan Polisi. Sumber foto: Istimewa

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Sebuah peristiwa tragis terjadi di Areal Kuburan Badung, Jl. Imam Bonjol, Denpasar, di mana seorang pria ditemukan meninggal dunia. Tim Identifikasi dari Polresta Denpasar melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Kamis pagi 18 April 2024.

Peristiwa ini bermula ketika Made Wedra (67), seorang saksi yang sedang melakukan kebersihan di area tersebut, melihat sesuatu tergeletak. Awalnya, dia mengira itu adalah layangan yang terjatuh, namun setelah mendekat, dia menemukan mayat seorang pria. Made Wedra segera melaporkan kejadian ini ke Pos Pecalang Desa Adat Denpasar.

Baca Juga:  Polresta Denpasar Gelar Hiburan Rakyat Sekaligus Launching Buku Dados Bhayangkara sane Mawiguna

Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, korban bernama Kasmadi (67), seorang pria yang tinggal di jalan Tantri Desa Pemecutan Kaja, Denpasar. Saat ditemukan, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, dengan posisi tubuh meringkuk di atas rumput dan kedua kaki tertekuk. Di dekatnya, ditemukan sandal dan kunci sepeda motor.

Baca Juga:  Purnawirawan Polri Meninggal di Dalam Kamar Kos

Informasi dari istri korban, Parni (58), mengungkapkan bahwa pada Rabu 17 April 2024 sekitar pukul 11.00 WITA, korban pamit untuk servis sepeda motor, namun tidak menyebutkan ke bengkel mana.

“Hingga sore hari, keluarga tidak bisa menghubungi korban melalui telepon. Pada keesokan harinya, seorang teman korban memberitahu bahwa Kasmadi ditemukan sudah meninggal di area kuburan Badung,” ucap Kasi Humas Polresta Denpasar.

Selama ini, korban telah memiliki riwayat penyakit jantung yang sudah lama diderita, dan sudah sering berobat namun tidak kunjung sembuh.

Baca Juga:  41 Pelajar Terlibat Kelompok 'Bajing Kids' yang Kontroversial di Bali

Tim identifikasi Polresta Denpasar tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Tubuh korban sudah dalam keadaan lebam, dan dari hidungnya mengeluarkan darah, diduga karena pembuluh darah pecah akibat penyakit yang diderita korban.

“Mayat korban kemudian dibawa ke RS Prof. IGN Ngorah Denpasar dengan Ambulans BPBD Kota Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tuturnya.(den/ub)