spot_img
spot_img
BerandaBaliFilm Jayaprana Layonsari Garapan Satriya Kusuma dan Kusuma Wijaya Segera Tayang di...

Film Jayaprana Layonsari Garapan Satriya Kusuma dan Kusuma Wijaya Segera Tayang di 7 Layar Sinema

UPDATEBALI.com, BULELENG – Dunia perfilman Buleleng diramaikan dengan kehadiran karya spektakuler dari kolaborasi dua tokoh besar, Satriya Kusuma dan Kusuma Wijaya. Film yang mereka garap mengangkat kisah romantis legendaris Jayaprana dan Layonsari telah mencuri perhatian banyak kalangan.

Diketahui, film ini tidak hanya menarik perhatian pecinta drama modern, tetapi juga menjadi sorotan karena penggunaan bahasa Bali yang otentik, khas Kabupaten Buleleng.

Menurut informasi yang diungkap dalam sebuah dialog interaktif di salah satu stasiun radio di Singaraja pada hari Senin kemarin, Satriya Kusuma, sutradara dan penulis ternama, mengungkapkan bahwa film ini merupakan hasil dari sebuah perjalanan panjang.

Baca Juga:  Tradisi Bebayuhan Sanan Empeg Diangkat ke PKB, Baleganjur Seet Wangsul Buleleng Tuai Apresiasi

Sebelumnya, ia telah mengarang buku “Jayaprana dan Layonsari” yang mengusung alur cerita unik, berbeda dari versi yang umumnya dikenal.

“Buku ini murni berdasarkan riset langsung di Desa Kalianget dan beberapa sumber lainnya,” ungkap Satriya.

Pada tahap berikutnya, pementasan teater drama modern dilakukan oleh Satriya, yang kemudian menarik perhatian salah satu produser untuk mengangkat kisah ini ke dalam film. Bersama Kusuma Wijaya, seorang sutradara terkenal, mereka menghadapi tantangan besar dalam mengubah cerita yang sudah ada menjadi sesuatu yang benar-benar berbeda dari yang sudah dikenal masyarakat.

Baca Juga:  Sandiaga: 90 Persen Wisatawan ke Bali Tertarik Wisata Ramah Lingkungan

“Alur cerita film Jayaprana Layonsari sangat berbeda, begitu juga dengan bahasa yang digunakan, sangat otentik khas Buleleng, sehingga aura atau energi aktor cepat tersampaikan,” ungkap Kusuma Wijaya.

Ia juga menambahkan bahwa salah satu aspek menarik dari film ini adalah penekanan pada nuansa abu-abu, di mana baik dan buruk tidaklah begitu hitam-putih seperti kisah-kisah sebelumnya.

“Ini menjadi menarik, karena nuansa positif ini berdebat untuk menjadi yang paling positif,” tambahnya.

Meskipun demikian, kedua sutradara tersebut menolak untuk membongkar lebih dalam isi cerita film “Jayaprana dan Layonsari”. Mereka mengundang seluruh masyarakat Bali untuk beramai-ramai menyaksikan film ini yang akan tayang serentak di 7 layar sinema pada tanggal 28 Maret 2024 mendatang.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Triwulan 2 Tidak Naik, PLN Pastikan Kelistrikan Andal

Adapun lokasi penayangan film tersebut meliputi dua layar sinema di Jakarta, yakni di Mega Bekasi dan Balai Kota Tenggerang. Sementara itu, di Epicentrum Mataram – Lombok, juga akan tersedia layar sinema untuk penonton.

Di Denpasar, penayangan akan dilakukan di empat lokasi, yaitu di Level 21, Living World, Kuta, dan Jimbaran. Dengan harapan besar, film ini akan menciptakan gelombang baru dalam perfilman lokal dan memberikan hiburan yang tak terlupakan bagi penontonnya. (adv/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments