Hadiri Pengukuhan Bendesa di Tiga Desa Adat, Ini Pesan Bupati Jembrana

0
290
Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri acara pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat di wilayah Kecamatan Melaya dan Negara.
Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri acara pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat di wilayah Kecamatan Melaya dan Negara. Sumber foto: Humas Jembrana

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Dalam suasana sakral yang dipenuhi dengan kehangatan dan semangat gotong royong, Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri acara pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat di wilayah Kecamatan Melaya dan Negara.

Acara ini berlangsung pada hari rahina Purnama Kadasa, Minggu 24 Maret 2024, menandai awal masa tugas Bendesa Adat untuk periode 2024–2029.

Tiga desa adat yang disinggahi dalam rangka pengukuhan ini meliputi Desa Adat Melaya, Desa Adat Tuwed, dan Desa Adat Puseh Agung Kecamatan Negara. Dipandu oleh Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana, prosesi pengukuhan ini menciptakan momentum penting dalam menjaga dan memperkuat tradisi adat serta mengemban tugas pembangunan yang berwawasan budaya.

Baca Juga:  Bupati Jembrana Tutup Masikian Festival 2025, Janjikan Anggaran Lebih Besar Tahun Depan

Ir. I Komang Suarditha dan I Made Warken secara resmi dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Melaya dan Bendesa Adat Tuwed secara berturut-turut. Keduanya merupakan petahana yang kembali dipercaya oleh masyarakat setempat untuk memimpin dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya dan tradisi di desa mereka.

Sementara itu, perubahan kepemimpinan juga terjadi di Desa Adat Puseh Agung Kecamatan Negara, di mana I Ketut Budiarsa menggantikan posisi Bendesa sebelumnya, I Ketut Sujana, yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

Baca Juga:  Sebanyak 247 Orang Sembuh di Kota Denpasar, Penambahan Kasus Positif Covid-19 Melejit di Angka 631 Orang

Dalam sambutannya, Bupati Tamba menyampaikan ucapan selamat kepada para Bendesa yang baru saja dikukuhkan. Beliau menekankan pentingnya kerja sama yang harmonis antara Desa Adat dan Desa Dinas dalam mewujudkan visi Jembrana Emas 2026.

“Tugas dan kewajiban para Bendesa dan Prajuru Adat yang baru saja dikukuhkan sangatlah besar. Mari kita jaga keselarasan antara adat dan budaya Bali dengan program-program pemerintah demi kemajuan bersama,” ujar Bupati Tamba.

Beliau juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh Desa Adat dalam menghadapi arus perubahan yang cepat di era globalisasi ini. Namun demikian, Bupati Tamba menyatakan keyakinannya bahwa dengan semangat gotong royong dan kearifan lokal, Desa Adat mampu memperkuat identitasnya dan berperan aktif dalam pembangunan.

Baca Juga:  Peringatan Hari Anak Nasional, Bupati Tamba Ajak Cegah Kekerasan Anak

Sebagai penutup, Bupati Tamba menyampaikan terima kasih kepada Bendesa dan Prajuru sebelumnya atas pengabdian mereka.

“Kami di Pemkab Jembrana sangat mengharapkan kelancaran dan keamanan di desa adat, karena itu akan sangat mendukung pelaksanaan program-program pembangunan yang telah direncanakan,” tutupnya dengan penuh harap.(yud/ub)