UPDATEBALI.com, BULELENG – Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, Ketut Lihadnyana, mendorong PT. TGS Geophysical Indonesia untuk segera mencairkan biaya kompensasi rumpon bagi 60 nelayan di Buleleng.
PT. TGS Geophysical Indonesia telah melakukan pemetaan potensi migas di perairan Bali Utara melalui survey seismik multiclient 2D dan 3D. Survey tersebut mengharuskan pengangkatan rumpon nelayan sepanjang jalur survey. Setelah selesai melakukan survey dan pengangkatan rumpon, PT. TGS Geophysical Indonesia melakukan perhitungan untuk biaya kompensasi.
Hasilnya, sebanyak Rp9,5 miliar lebih biaya kompensasi dibayarkan PT. TGS Geophysical Indonesia untuk mengganti untung 297 unit rumpon milik 60 nelayan yang tersebar di beberapa desa di Buleleng. Kompensasi itu diserahkan secara simbolis oleh Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana di Wantilan Pelabuhan Tua Buleleng, pada Kamis 7 Maret 2024.
Usai penyerahan, Pj Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menekankan pentingnya cepatnya pencairan kompensasi tersebut mengingat pentingnya mata pencaharian para nelayan.
“Mudah-mudahan setelah kegiatan ini ada solusi dari pihak terkait bagaimana nantinya kita berkegiatan perikanan sesuai dengan aturan yang ada, mudah-mudahan bisa membangkitkan kembali perekonomian perikanan untuk wilayah Buleleng,” jelasnya
Salah seorang nelayan, Gede Sumertadana, menjelaskan bahwa nelayan tidak bisa melaut karena rumpon telah diangkat untuk keperluan survey seismik. Beberapa nelayan memancing di luar jalur survey, yang berdampak pada biaya operasional yang lebih tinggi dari biasanya.
PT. TGS Geophysical Indonesia melalui Senior Public Relations Sholahudin Ahmad mengapresiasi kerjasama yang baik dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng dan masyarakat, serta berharap hasil survey seismik dapat mengembangkan potensi wilayah tersebut.(adv/ub)





