UPDATEBALI.com, BADUNG – Bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Jimbaran Universitas Udayana, digelar ajang International Science and Invention Fair (ISIF), pada Rabu 8 November 2023.
Acara ini diikuti dari 28 negara untuk menampilkan hasil penelitian atau hasil karya siswa maupun mahasiswa dalam bidang sains, teknologi, maupun penggabungan keduanya.
Dari 28 Negara tersebut hanya 10 negara yang hadir ke Bali secara offline yakni Kazakhstan, Uzbekistan, Hongkong, Malaysia, Iran, Meksiko, Rumania, Singapura dan Indonesia. Sedangkan sisanya mengikuti secara online.
Ketua Indonesian Young Scientist Association (IYSA) Deni Indrayana mengatakan ISIF 2023 ini merupakan yang terbesar dan kali ini memasuki penyelenggaraan yang ke-5. Tujuan diadakannya event ini untuk memberikan kesempatan kepada pelajar dan mahasiswa untuk mengaktualisasikan bidang Sains, Teknologi atau penggabungan kedua agar bisa bersaing secara global serta meningkatkan kompetensi para pelajar.
Peserta yang ikut acara ini mengirimkan berkas berupa abstrak karya yang selanjutnya diseleksi panitia.
“Semoga ke depannya ada dukungan dari Pemerintah dalam pengembangan penelitian untuk anak muda sehingga semakin banyak lahir penelitian dari Indonesia,” ucap Deni.
Sementara itu, Tim dari SMP Negeri 10 Denpasar yang bernama Nimai Pandita Dasa, I Komang Satya Wijaya Putra dan Pande Putu Adelia Daynera Agni mengaku antusias mengikuti event Science and Invention Fair (ISIF). Seperti yang dikatakan oleh Nimai Pandita Dasa dirinya mengaku prihatin atas kelangsungan air sungai yang tercampur limbah dari limbah bekas cuci piring, ataupun busa detergen cair yang mengandung bahan aktif berbahaya.
Dirinya bersama 4 temannya melakukan pengembangan ilmu saint Bio-Detergent. BioDeterjen dapat dibuat dengan bahan aktif alami yang mengandung senyawa saponin dan enzim protease, enzim protease merupakan enzim pemecah protein, salah satu contohnya adalah enzim papain. Enzim papain dapat ditemukan pada tanaman pepaya (Carica papaya L.) sedangkan saponin dapat ditemukan pada daun kaca piring/Jempiring (Gardenia jasminoides.L).
“Untuk produk yang kami buat ini bernama “Carnia” yang diambil dari bahasa latin Carica dari pepaya dan Gardenia jasminoides dari daun kaca piring/jempiring,” ucapnya.
Nimai Pandita Dasa juga menyebutkan produk detergen “Carnia” yang dihasilkannya sudah teruji aman bagi lingkungan dan sudah disahkan oleh Kementerian Kesehatan.
“Manfaat dari detergen “Carnia” ini selain untuk mencuci pakaian juga bisa digunakan juga untuk cuci piring,” tegasnya.(den/ub)





