Doktor Ilmu Kedokteran Buktikan Potensi Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu Dalam Penanganan Penyakit Perlemakan Hati

0
178
Doktor Ilmu Kedokteran Buktikan Potensi Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu Dalam Penanganan Penyakit Perlemakan Hati
Doktor Ilmu Kedokteran Buktikan Potensi Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu Dalam Penanganan Penyakit Perlemakan Hati. Sumber Foto : Unud

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Bertempat di Ruang Pertemuan dr. A.A. Made Djelantik FK Unud Denpasar, telah berlangsung ujian Promosi Doktor dengan kandidat promovendus, dr. Syuma Adhy Awan, M.Kes., Sp.GK(K) dengan judul disertasi “Pengaruh Ekstrak Umbi Ubi Jalar Ungu Terhadap Indeks Perlemakan Hati (Hepato Renal Indeks) pada Penyakit Perlemakan Hati Non-Alkoholik Dewasa Obesitas pada Rabu 16 Agustus 2023.

Penyakit perlemakan hati non alkoholik (PPHNA) mempunyai patogenesis komplek dan spektrum penyakit luas, menjadi salah satu penyebab penyakit hati kronis (sirosis). Inflamasi derajat ringan, resistensi insulin, stres oksidatif dan Inflamasi kronik adalah lingkaran setan mekanisme molekuler perkembangan PPHNA. Antosianin ekstrak ubi jalar ungu, (Ipomea batatas L.) purple sweet potatoes (PSPE) terbukti memperbaiki steatosis, namun belum ada uji klinis dilakukan pada manusia. Saat ini belum ada pengobatan yang sepenuhnya terbukti efektif menyembuhkan steatosis hati. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efek suplementasi kapsul PSPE terhadap Tumor Necrosis Factor-α (TNF-α), Malondealdehyde (MDA), Homeostasis Model Assessment insulin resistance (HOMA-IR), Hepatosteatosis Indek (HSI) dan Hepato Renal Indek (HRI)) pada pasien PPHNA obesitas.

Baca Juga:  Gunakan Bantuan Mesin dari PLN, Produksi Kelompok Pengrajin Gianyar Meningkat Hingga 80 Persen

Penelitian ini merupakan penelitian experimental sungguhan menggunakan rancangan dasar uji acak terkontrol pre dan pos, dengan penyamaran ganda. Total 53 pasien perlemakan hati dibagi 2 kelompok, selama 12 minggu masing masing kelompok mendapatkan terapi standar dan suplementasi kapsul PSPE sebanyak 800 mg per hari pada kelompok intervensi atau kapsul plasebo untuk kelompok kontrol. Kesimpulan: Pemberian suplementasi kapsul PSPE sebanyak 800 mg.per hari selama 12 minggu menurunkan kadar HOMA–IR, MDA dan HRI lebih besar dan signifikan dibandingkan kelompok kontrol.

Baca Juga:  FK Unud Gelar Upgrading KMPA 2022

Ujian dipimpin oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan FK Unud Dr. dr. I Gede Eka Wiratnaya, Sp.OT (K)., dengan tim penguji :
1. Prof. Dr. dr. I Made Jawi, M.Kes (Promotor)
2. Prof. Dr. dr. I Wayan Weta, MS., Sp.GK (Kopromotor I)
3. Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD-KEMD (Kopromotor II)
4. Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM
5. Prof. Dr. Ir. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc
6. Prof. Dr. dr. Nurpudji Astuti Daud, MPH, Sp.GK (K)
7. Prof. Dr. dr. I Wayan Putu Sutirta Yasa, M.Si
8. Dr. dr. Gde Ngurah Indraguna Pinatih, M.Sc, Akp.Sp.GK
9. Dr. dr. Dyah Kanya Wati, Sp.A (K)
10. dr. I Wayan Sumardika, S.Ked., M.Med.Ed., Ph.D

Baca Juga:  Tingkatkan Kemampuan Berwirausaha, FK Unud Gelar “Healthcare Entrepreneurshipâ€?

Sedangkan undangan akademik adalah :
1. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, S.Ked., Sp.KJ(K), MARS
2. Dr. dr. I Nyoman Wande, S.Ked., Sp.PK(K)
3. Dr. dr. Made Agus Hendrayana, M.Ked
4. Dr. dr. Ni Made Renny Anggreni Rena, Sp.PD-KHOM , FINASIM
5. Dr. dr. I Ketut Mariadi, Sp.PD, KGEH, FINASIM

Pada ujian kali ini, Dr. dr. Syuma Adhy Awan, M.Kes., Sp.GK(K), dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 395 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat Sangat Memuaskan. (ub/unud.ac.id)