spot_img
spot_img
BerandaNasionalForum Saintis Muda Biologi Indonesia Temukan Semut Raksasa di Taman Biodiversitas Hutan...

Forum Saintis Muda Biologi Indonesia Temukan Semut Raksasa di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis Kalimantan Selatan

UPDATEBALI.com, BANJARMASIN – Dalam sebuah penemuan yang menarik, Forum Saintis Muda Biologi Indonesia telah mengidentifikasi keberadaan semut pohon berukuran luar biasa besar di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis di Lembah Bukit Manjai. Penemuan ini membuka jendela baru terhadap keragaman hayati di wilayah Kalimantan Selatan.

Menurut Ramadhan Jayusman, seorang perwakilan dari Forum Saintis Muda Biologi Indonesia di Banjarmasin, semut-semut ini memiliki ukuran yang luar biasa. Ratunya mencapai panjang 31 milimeter, sementara pejantan berukuran antara 21 hingga 28 milimeter.

Baca Juga:  218 Relawan Dharma Wana Pala Diresmikan, Dukung Konservasi Hutan Bali Timur

Para ilmuwan telah mengidentifikasi spesies ini sebagai Dinomyrmex gigas, anggota keluarga serangga yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal sebagai Dinomyrmex gigas. Penelitian lebih lanjut mengindikasikan bahwa semut ini termasuk subspesies Dinomyrmex gigas borneensis, yang endemik di Pulau Kalimantan.

Aktivitas semut raksasa ini mayoritas terjadi pada malam hari, menjadikannya makhluk nokturnal. Mereka juga terkenal karena sikap agresifnya dalam melindungi sarangnya dari ancaman.

Dinomyrmex gigas dikenal sebagai pemakan cairan lengket yang kaya gula, yang dikeluarkan oleh kutu daun. Namun, mereka juga memanfaatkan serangga dan kotoran burung sebagai sumber protein dalam pola makan mereka yang beragam.

Baca Juga:  Astra Serahkan 35 Ambulans dalam Natal Nasional 2025 untuk Perkuat Respons Darurat Kesehatan

Jayus menjelaskan bahwa semut ini memiliki peran penting dalam ekosistem, termasuk sebagai penyubur tanah, bioindikator, dan predator hama alami. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan adanya kelenjar metaplural pada Dinomyrmex gigas, yang menghasilkan zat yang memiliki potensi sebagai bahan pembuatan antibiotik.

Menariknya, semut raksasa ini memiliki nilai ekonomi di luar habitatnya. Ferry F. Hoesain, pendiri Yayasan Hutan Hujan Tropis Indonesia dan pemilik Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis di Lembah Bukit Manjai, merasa senang dengan penemuan ini. Ia berharap penelitian lebih lanjut dapat mengungkap manfaat potensial semut raksasa ini, baik dalam ekologi maupun dalam bidang biomedis.

Baca Juga:  Fokus Penanganan Pohon Tumbang, BPBD Kota Denpasar Siap Siaga Hadapi Kebencanaan

Penemuan ini memberikan gambaran baru tentang keanekaragaman hayati Kalimantan Selatan dan mendorong upaya ilmiah untuk memahami lebih dalam mengenai peran serta manfaat dari semut raksasa Dinomyrmex gigas. (ub/ant)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments