Forum Saintis Muda Biologi Indonesia Temukan Semut Raksasa di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis Kalimantan Selatan

0
511
Semut pohon raksasa yang didokumentasikan Forum Saintis Muda Biologi Indonesia di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis di Lembah Bukit Manjai, Mandiangin Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Sumber foto: Antara

UPDATEBALI.com, BANJARMASIN – Dalam sebuah penemuan yang menarik, Forum Saintis Muda Biologi Indonesia telah mengidentifikasi keberadaan semut pohon berukuran luar biasa besar di Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis di Lembah Bukit Manjai. Penemuan ini membuka jendela baru terhadap keragaman hayati di wilayah Kalimantan Selatan.

Menurut Ramadhan Jayusman, seorang perwakilan dari Forum Saintis Muda Biologi Indonesia di Banjarmasin, semut-semut ini memiliki ukuran yang luar biasa. Ratunya mencapai panjang 31 milimeter, sementara pejantan berukuran antara 21 hingga 28 milimeter.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Turun Langsung Pantau Gladi Ped Aya, Targetkan Duta Badung Tampil Memukau di PKB 2026

Para ilmuwan telah mengidentifikasi spesies ini sebagai Dinomyrmex gigas, anggota keluarga serangga yang dalam bahasa ilmiahnya dikenal sebagai Dinomyrmex gigas. Penelitian lebih lanjut mengindikasikan bahwa semut ini termasuk subspesies Dinomyrmex gigas borneensis, yang endemik di Pulau Kalimantan.

Aktivitas semut raksasa ini mayoritas terjadi pada malam hari, menjadikannya makhluk nokturnal. Mereka juga terkenal karena sikap agresifnya dalam melindungi sarangnya dari ancaman.

Dinomyrmex gigas dikenal sebagai pemakan cairan lengket yang kaya gula, yang dikeluarkan oleh kutu daun. Namun, mereka juga memanfaatkan serangga dan kotoran burung sebagai sumber protein dalam pola makan mereka yang beragam.

Baca Juga:  Berkomitmen Hadirkan Pelayanan Publik yang Positif, Pj Bupati Buleleng Tempatkan SDM Pilihan di MPP

Jayus menjelaskan bahwa semut ini memiliki peran penting dalam ekosistem, termasuk sebagai penyubur tanah, bioindikator, dan predator hama alami. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan adanya kelenjar metaplural pada Dinomyrmex gigas, yang menghasilkan zat yang memiliki potensi sebagai bahan pembuatan antibiotik.

Menariknya, semut raksasa ini memiliki nilai ekonomi di luar habitatnya. Ferry F. Hoesain, pendiri Yayasan Hutan Hujan Tropis Indonesia dan pemilik Taman Biodiversitas Hutan Hujan Tropis di Lembah Bukit Manjai, merasa senang dengan penemuan ini. Ia berharap penelitian lebih lanjut dapat mengungkap manfaat potensial semut raksasa ini, baik dalam ekologi maupun dalam bidang biomedis.

Baca Juga:  Studi Ungkap Manfaat Minum dua hingga tiga Cangkir Kopi Sehari

Penemuan ini memberikan gambaran baru tentang keanekaragaman hayati Kalimantan Selatan dan mendorong upaya ilmiah untuk memahami lebih dalam mengenai peran serta manfaat dari semut raksasa Dinomyrmex gigas. (ub/ant)