UPDATEBALI.com, DENPASAR – Direktorat Polisi Perairan (Polair) Polda Bali mengamankan satwa dilindungi yakni penyu hijau yang didatangkan dari Madura, Jawa Timur sebanyak 21 ekor berukuran besar hingga kecil.
Puluhan penyu hijau tersebut rencananya akan dipasarkan dalam bentuk paketan oleh pelaku Made Japa (48) yang beralamat lingkungan Celuk Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Dalam jumpa pers pengungkapan kasus penyeludupan penyu hijau dihadiri oleh Dirpolairud Polda Bali Kombes. Pol. Soelistijono, S.IK., MH., Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Satake Bayu, S.IK., M.Si dan Kepala Resort BKSDA Denpasar, I Nyoman Alit Suardana yang dilaksanakan di kantor Direktorat Polair Polda Bali, Senin 01 Mei 2023.
Kombes. Pol. Soelistijono dalam keterangannya menjelaskan, pelaku MJ ditangkap aparat pada Minggu 30 April 2023 pukul 22.30 Wita, lalu dia pun menunjukkan memiliki kolam penampungan penyu hijau di kediamanannya di lingkungan Celuk Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Dari hasil penangkapan aparat, diamankan 21 penyu hijau yang masih hidup. Sedangkan 1 penyu lainnya sudah dipotong dalam bentuk olahan daging, lalu dimasukan ke dalam plastik merah berisi wadah 2 mika plastik untuk siap dijual.
"Penyu hijau didatangkan lewat Pelabuhan Gilimanuk, datangnya penyu hijau berasal dari Madura. Pelaku MJ selaku pengepul membawa penyu hijau ke rumahnya untuk dijual," ujar Kombes. Pol. Soelistijono.
"Kami telah amankan 21 penyu hijau dan pelaku mengakui sudah memotong 1 penyu lainnya ke dalam bentuk paket, dia jual per paketnya seharga Rp300.000," imbuhnya lagi.
Soelistijono menambahkan, pelaku mengakui usaha menjual daging penyu hijau dilakoninya sejak Tahun 1998. Dari satu ekor penyu hijau yang sudah dipotong, dia dapat menjadikan 20 sampai 30 paket daging penyu hijau, rata-rata dia olah menjadi menu lawar dan serapah penyu.
"Pelaku MJ, disangkakan Pasal 21 ayat (2) huruf a, huruf b jo Pasal 40 ayat (2) UURI No. 5 Tahun 1990 tentang KSDAHE jo PPRI No. 7 Tahun 1999 jo Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Nomor: P.20/MENLHK/ SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi ancaman pidana selama 5 (lima) Tahun penjara dan denda Rp. 100.000.000,00.," tambahnya.
Kepala Resort BKSDA Denpasar mengucapkan sangat mengapresiasi atas usaha yang dilakukan oleh Ditpolair Polda Bali yang berhasil mengamankan 21 penyu hijau yang selamat. Penyu hijau tersebut selanjutnya akan dibawa ke penangkaran di Tanjung Benoa.
"Usia rata-rata penyu hijau ini ada 10 s.d. 50 Tahun. Kondisi kesehatan penyu hijau akan dicek kembali di dokter hewan," ucapnya.(den/ub)