Memohon Keharmonisan, Desa Adat Tangeb Laksanakan Upacara Melasti ke Pantai Seseh 

0
333

 

UPDATEBALI.com, BADUNG – Menjelang datangnya hari suci Nyepi tahun Saka 1945. Umat Hindu di Bali melaksanakan kegiatan Upacara Melasti yang mana hal tersebut dilakukan juga oleh Desa Adat Tangeb Kelurahan Abianbase, kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Jero Bendesa Desa Adat Tangeb, I Made Adi Astawa Putra mengatakan Desa Adat Tangeb terdiri dari 7 (tujuh) banjar melaksanakan kegiatan Upacara Melasti ke Pantai Seseh, Badung.

"7 (tujuh) banjar tersebut akan mengikuti setiap kegiatan yang berlangsung. Selama prosesi tawur kesanga hingga nyepi yang jatuh pada Rabu 22 Maret 2023 pekan depan tujuh banjar tersebut akan ngaturang ngayah," jelasnya pada Minggu 19 Maret 2023.

Baca Juga:  Pemkab Tabanan Gelar Upacara Nangluk Merana Tahun 2023 di Pura Luhur Pakendungan

Adi Astawa Putra menyebutkan proses pelaksanaan kegiatan Upacara Melasti ini merupakan prosesi mendak (meminta) tirta (air suci) Sanji wani yang dimohonkan kepada Sang Hyang Baruna atau Ida Betara Baruna untuk meminta kerahayuan, keharmonisan untuk warga Desa Adat Tangeb. 

Ia juga menjelaskan, Pemelastian Desa Adat Tangeb dimulai pukul 04.00 WITA, Upacara Pemelastian menuju Pantai Batu Mejan dan pantai Munggu yang mana kegiatan tersebut diikuti ribuan warga yang antusias ngaturang ngayah/gotong-royong dalam melaksanakan kegiatan Upacara Melasti tersebut. 

Baca Juga:  Serahkan Bantuan Pribadi Rp 50 Juta, Bupati Badung Hadiri Upacara Mapepada di Pura Maspahit Tabanan

{bbbanner}

"Seusai mendapatkan tirta (air suci) dari Segara (pantai), kami akan distribusikan atau dibagikan kepada warga Desa Adat Tangeb yang dipercikan  ke Perahyangan  Pelmahan dan Pawongan (hubungan manusia dengan Tuhan), Pawongan (Hubungan Manusia dengan manusia) dan Palemahan (hubungan Manusia dengan Alam lingkungan)," ucap Adi Astawa.

Jero Bendesa Desa Adat Tangeb berharap dengan dilaksanakannya kegiatan Upacara Melasti yang  dilaksanakan setiap tahunnya yang telah diwarisi dari leluhur sebelumnya ,yakni berjalan kaki menuju segara/pantai.

Baca Juga:  Angkasa Pura I Capai Tingkat Pemulihan Penumpang Hingga 84 Persen di Maret 2022

"Harapan saya, Upacara Melasti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, yang mana saya warisi dari leluhur untuk melaksanakan Upacara Melasti dengan berjalan kaki. Semoga tradisi ini bisa berlanjut hingga ke generasi berikutnya," harapnya. (den/ub)