Pohon Bunut Tumbang, Lalu Lintas Penghubung Yangapi Tembuku Lumpuh

0
198

UPDATEBALI.com, BANGLI – Akibat Hujan deras beberapa hari belakangan, menyebabkan bencana pohon tumbang menimpa dan merusak sejumlah pelinggih di Pura Dadia Pasek Gelgel, Br. Metro Kelod, desa Yangapi, Tembuku, Bangli, dan menyebabkan arus lalu lintas penghubung yangapi tembuku lumpuh.

Pengempon Pura Dadia Pasek Gelgel Metro Kelod, Penyarikan Nyoman Pujung mengatakan musibah pohon tumbang terjadi sekitar pukul 02.00 Wita, Kamis (8/9/2022) dini hari.

“Sebelum kejadian hujan deras mengguyur sejak kemarin. Kemungkinan karena berat diguyur air hujan dan kondisi pohon juga sudah lapuk, sehingga pohon Bunut ini tumbang,” jelasnya.

Disebutkan, pohon ae yang tumbuh di areal Pura Pasek Gelgel sejatinya sudah pernah dilakukan pemangkasan beberapa tahun silam.

Baca Juga:  Ketua DPRD Tabanan Apresiasi SWP Hasilkan Obat Tradisional Bali

“Sedangkan Pohon Bunut yang tumbang ini, menempel di Pohon Ae tersebut dengan kondisi batang pohon yang memang sudah sangat lapuk mengingat usianya sudah mencapai seratus tahun,” jelasnya.

Tumbangnya pohon berukuran cukup besar ini melintang ke arah timur, sehingga menutup akses jalan dari Desa Yangapi menuju desa Tembuku dan sebaliknya. Dampaknya praktis, arus lalin menjadi terganggu.

Selain itu, kata Pujung, tumbangnya pohon tersebut juga menyebabkan kerusakan sejumlah palinggih di Pura yang diempon sebanyak 192 KK tersebut.

“Pelingih yang rusak diantaranya pelinggih gedong betel, Sanggaran dan tembok penyengker Pura sepanjang kurang lebih enam meter,” jelasnya.

Baca Juga:  Keren! Seorang Guru di Kediri Buat Sirup Jahe Lemon Penambah Imun

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun kerugian material yang ditimbulkan, kata Pujung, diperkirakan mencapai Rp 60 juta.

“Kami harap ada perhatian pemerintah untuk bisa membantu meringankan upaya perbaikan pelinggih yang rusak ini,” harapnya.

Sementara Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa ditemui dilokasi mengaku baru menerima laporan tersebut sekitar pukul 05.00 wita. Tak berselang lama, pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pemotongan dan pembersihan pohon tumbang agar akses jalan bisa dilalui kendaraan lagi.

“Akibat kejadian ini, arus lalin memang sempat tertutup total. Tapi saat ini, kendaraan sudah bisa melintas walaupun saat penanggulangan sempat kita terapkan buka tutup,” jelasnya.

Baca Juga:  HMKU FK Unud Gelar Pelayanan Kesehatan dan Penelitian 2022

Disampaikan, sesuai prakiraan BMKG cuaca ekstrim telah mulai melanda wilayah Bali yang puncaknya akan terjadi pada akhir tahun 2022 hingga awal tahun 2023.

“Dampak cuaca ekstrim itu, telah mulai melanda wilayah Bangli sejak seminggu terakhir. Dimana, curah hujan sudah mulai terjadi,” sebut Agus Sutapa.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, pihaknya menghimbau masyarakat tetap siaga dan waspada serta kenali akan potensi ancaman bencana disekitar.

“Masyarakat juga kita minta untuk tidak ragu-ragu menghubungi BPBD guna mengurangi resiko atau meminimalisir dampak-dampak bencana. Tentunya kami akan selalu siap membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. (put/ub)