Siswa Jatuh dari Lantai Tiga, Ini Penuturan Kepala Sekolah SMPN 52 Cipinang

0
145

UPDATEBALI.com, Jakarta – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 52 Cipinang, Jakarta Timur, membenarkan ada siswa berinisial MR (14) jatuh dari lantai tiga pada 2 Agustus 2022.

Kepala Sekolah SMPN 52 Cipinang, Ita Nurwati di Jakarta, Jumat (19/8/2022), mengakui bahwa MR merupakan anak berkebutuhan khusus tunawicara dan tunarungu.

“Pas jam istirahat kedua, si MR ini, dia jatuh di lapangan dari lantai tiga. Kemudian, langsung digotong siswa kelas sembilan, dibawa ke UKS, saya lihat. Kemudian dibawa ke RS Persahabatan,” kata Ita.

Baca Juga:  Seremoni Kick-Off 15th SATU Indonesia Awards 2024: Bersama, Berkarya, Berkelanjutan

Ita menambahkan, MR yang duduk di kelas delapan itu mengalami luka pada bagian kepala hingga harus menjalani operasi dan kini sedang menjalani rawat jalan.

“Posisi dia jatuh membelakangi dinding, menghadap kelas. Jatuh dalam posisi miring, tetapi fisiknya tidak ada pendarahan,” ujar Ita.

Ita mengatakan berdasarkan keterangan teman sekelasnya yang berada di lokasi saat kejadian bahwa MR melompat dari lantai tiga saat kondisi sekitar sedang sepi.

Namun, hingga kini pihaknya belum mengetahui pasti penyebab MR melompat dari lantai tiga sekolah.

Baca Juga:  Pasangan Suami Istri di Jember Hanyut Terseret Derasnya Air Sungai

Ditanya apakah ada perundungan sehingga MR melakukan hal itu, Ita menjawab tidak ada.

Ia menyebut, pihaknya juga menemukan sebuah kertas berisi gambar yang dibuat oleh MR sebelum melompat dari lantai tiga. Kertas yang berisi pesan gambar itu dikirim oleh MR ke sejumlah nama.

“Ternyata sudah tiga kali mengirim pesan gambar ke mamanya. Ternyata bukan ke mamanya aja ya, ke temannya juga. Terus kami kumpulkan anak-anaknya, guru BK. MR sebelum jatuh nitip HP,” kata Ita.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Sampaikan Rancangan APBD TA 2023 dalam Rapat Paripurna DPRD Tabanan

Akibat peristiwa itu, Ita mengatakan ke depan pihaknya akan mengambil langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, seperti membuat terali pembatas hingga menempatkan ruang kelas MR di lantai satu.

“Sejak kejadian itu kami melakukan upaya-upaya sekarang saat istirahat, anak-anak tidak ada yang di lantai tiga atau dua. Semua turun ke lantai satu. Kami juga menambahkan titik CCTV,” ujar Ita.(ub/antara)