Kasus Covid-19 Melandai, Pariwisata di Buleleng Kian Membaik

0
152

UPDATEBALI.com, BULELENG – Pariwisata yang ada di Buleleng kian membaik dan mulai bangkit serta berkembang lagi menuju arah yang lebih baik, hal itu dikarenakan pandemi Covid-19 saat ini mulai melandai, maka kegiatan-kegiatan yang mendatangkan kerumunan sudah bisa digelar.

Hal itu dibuktikan dengan adanya data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng pada juli 2022 ini, dimana wisatawan yang menginap di hotel daerah Buleleng mengalami peningkatan terutama hotel bagian Buleleng Selatan yang sudah mencapai angka 50 persen, untuk wilayah timur masih di angka 30 hingga 40 persen, dan wilayah barat mencapai 40 persen. Hanya saja untuk di bagian tengah masih di angka 10 persen.

Baca Juga:  HUT Kemerdekaan RI ke-78 Bupati Suwirta Serahkan Remisi Umum Kepada Narapidana Rutan Klungkung

Meski demikian pihak PHRI Buleleng telah memprediksi pada Agustus mendatang akan ada peningkatan wisatawan mencapai 40 hingga 50 persen, sebab akan ada pengaruh besar dari adanya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan digelar di Provinsi Bali di kawasan Nusa Dua, Badung pada November 2022 mendatang.

“Wisatawan yang menginap yang paling dominan dari  eropa, yakni jerman, belanda dan prancis� imbuh Ketua Badan Pengurus Cabang (BPC) PHRI Buleleng Dewa Ketut Suardipa.

Namun sayangnya hotel-hotel yang menjadi sasaran wisatawan hanyalah hotel berbintang saja, hal itu disebabkan karena adanya promosi serta perbaikan fasilitas sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Para pelaku wisata pun menyambut dengan gembira terkait perkembangan pariwisata ini sebab dulunya sempat vakum selama dua tahun akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga:  Indonesia Promosikan Bali dalam Festival Pariwisata di Venezuela

“Tingkat hunian baru di hotel besar saja, kalau hotel kecil masih sangat sedikit. Diharapkan hotel-hotel ini harus aktif dan inovatif untuk menjaring wisatawan yang mau datang� ucap Dewa Suardipa.

Selain itu dengan adanya perkembangan pariwisata ini pihaknya berharap tidak ada lagi kebijakan – kebijakan yang dapat mempengaruhi wisatawan untuk berkunjung, sebab menurutnya perkembangan pariwisata ini tidak hanya berdampak baik pada pelaku wisata saja, namun para pekerja lainnya juga akan mendapatkan imbas positifnya.

Baca Juga:  Minyak Naik di Asia, Dipicu Kekhawatiran Pasokan Saat Kazakhstan Rusuh

“Ini efeknya ke semua. Tukang ojek, warung-warung, nelayan, bahkan petani juga. Pariwisata di Bali masih menjadi primadona. Mudah-mudahan terus membaik� imbuh Dewa Suardipa.

Disamping itu, masih ada negara yang tidak mewajibkan warga negaranya untuk divaksin, maka hal ini menyebabkan para wisatawan tidak bisa datang ke Bali dan Buleleng sebab kebijakan di Indonesia harus mewajibkan para wisatawan yang datang berkunjung wajib telah divaksin lengkap.

“Kalau kita disini hotel sudah tertib semua. Pekerja juga sudah divaksin lengkap� tandasnya. (diana/ub)