Harga Cabai Naik, Petani Raup Untung

0
134

UPDATEBALI.com, Banjarmasin – Petani cabai rawit hiyung di Kabupaten Tapin, meraup untung, antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per Kg, saat terjadi kenaikan harga cabai rawit di Kalimantan Selatan.

“Saat ini lebih untung, karena harga cabai rawit di pasaran lokal mahal,” ujar Ketua Kelompok Tani Karya Baru Junaidi, Sabtu (25/6/2022).

Saat ini, kata dia, harga pasaran cabai rawit di lokal Kalsel, terjadi kenaikan antara Rp100-Rp120 ribu per kg. Harga sebelumnya diantara Rp60-Rp70 ribu per kg. “Harga jual di petani kita sekarang di kisaran Rp90-Rp100 ribu. Tahun lalu harganya Rp35 ribu per kg,” ujarnya.

Baca Juga:  Polisi di Bali Ungkap Penipuan Belasan Juta Berkedok Spiritual

Cabai rawit hiyung, yang sejak beberapa tahun silam dinobatkan sebagai cabai rawit terpedas di Indonesia itu, kata dia, cuma punya selisih harga sekitar Rp10 ribu di pasaran.

“Para pembeli datang langsung ke sini. Mereka datang dari berbagai daerah di Kalsel. Mereka jual lagi di pasar,” ujarnya.

Saat ini ketersediaan cabai rawit khas Desa Hiyung di lahan rawa lebak itu, kata Junaidi, dipanen bertahap dan bisa bertahan sampai Desember mendatang.

Baca Juga:  Bali United Tetap Optimistis Hadapi Persebaya Tanpa Didampingi Coach Teco

Cabai unik yang hanya bisa tumbuh maksimal di desa itu, kata dia, saat ini sudah memasuki musim panen, luas lahan 148 hektar. “Baru 25 persen lahan yang di panen. Bisa sampai 20 kali panen,” ujarnya.

Saat panen pertama ini, kata dia, untuk satu hektar nya bisa mendapatkan 35 kg cabai rawit hiyung.

Baca Juga:  Nyepi Perkuat Kebersamaan Masyarakat Atasi Pandemi COVID-19

Di sentra cabai rawit hiyung, kata dia, terdapat 250 petani yang menanam di lahan seluas 148 hektar itu.

Sedangkan, untuk kebutuhan di rumah produksi cabai rawit hiyung, kata dia, hanya memerlukan satu ton cabai basah untuk dijual kemasan berbagai macam olahan.

“Jadi masih bisa memenuhi kebutuhan cabai basah,” ujarnya.

Terkait, kenaikan harga tersebut, kata Junaidi, diharapkan petani tetap bertahan sampai habis waktu panen.(ub/antara)