Polisi Buru Cukong Penambang Emas Ilegal

0
149

UPDATEBALI.com, Pontianak – Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Mukok, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, memburu para cukong atau pemodal penambangan emas tanpa izin (peti) di alur Sungai Kapuas yang menyebabkan pencemaran lingkungan.

“Saat ini ada belasan mesin dan lanting (alat untuk peti di sungai) yang kami sita hasil operasi penertiban di sepanjang Sungai Kapuas,” kata Kapolsek Mukok Ipda Suharyanto di Sanggau, Minggu (19/6/2022).

Baca Juga:  Kunci Nyantol, N-Max Pelajar Digondol Residivis Saat Beli Ikan Hias di Busungbiu

Dia menjelaskan ada belasan mesin “dompeng” dan lanting yang saat ini disita sebagai barang-bukti dalam Operasi Penertiban Peti di wilayah hukum Polsek Mukok.

“Kuat dugaan aktivitas peti di Sungai Kapuas didanai para cukong. Saat kami melakukan penertiban, para pekerja melarikan diri, sementara sarana untuk aktivitas ilegal ditinggalkan,” ungkapnya.

Menurut dia, operasi penertiban peti digelar di Desa Inggis, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau.

Baca Juga:  Berulah Lagi, Residivis Maling Motor Dibekuk

“Dampak aktivitas peti merusak lingkungan karena Sungai Kapuas tercemar sehingga sangat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar dan hilir Sungai Kapuas,” ujarnya.

Selain itu, ujarnya, aktivitas nelayan maupun para penambak ikan di sepanjang Sungai Kapuas sangat dirugikan oleh pencemaran Sungai Kapuas.

“Langkah selanjutnya, sarana berupa lanting untuk aktivitas peti akan kami musnahkan agar tidak digunakan lagi untuk kegiatan ilegal tersebut,” katanya.

Baca Juga:  Gelombang Setinggi Tiga Meter Rusak Belasan Lapak di Pantai Gunung Kidul

Kapolsek Mukok mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas ilegal tersebut karena berdampak merusak lingkungan.(ub/antara)