Ramuan Herbal atasi Lelah Perjalanan Mudik

0
126

UPDATEBALI.com, Jakarta – Pakar kesehatan dan gizi dr. Diana F mengatakan ramuan herbal bisa menjadi pendukung mengatasi lelah saat atau setelah menjalani berjam-jam perjalanan mudik.

“Selain istirahat, siapkan bekal padat gizi dalam perjalanan, dan bawa obat-obatan pribadi,” kata dr. Diana dalam siaran pers pada Jumat (29/4).

Diana merekomendasikan obat herbal Fluba Anaba yang terbuat dari jahe merah, kencur, biji adas, peppermint oil, dan madu hutan. Obat herbal ini diklaim ampuh menangkal gejala meriang yang menyerang badan.

Baca Juga:  Logitech RightSight 2 Dirancang untuk Pekerja Hybrid

Fluba Anaba paling tepat dikonsumsi sebelum tidur. Untuk para pemudik, Fluba Anaba bisa dikonsumsi sebelum berkendaraan, dan setelah tiba di tujuan. Setelah konsumsi Fluba Anaba, akan terasa hangat di tenggorokan. Rasa hangat membuat kualitas tidur lebih maksimal.

Konsumsi rutin Fluba juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Apalagi di masa pandemi yang belum berakhir, setiap orang dituntut untuk memiliki imunitas tubuh yang kuat.

Baca Juga:  Unud Gelar Seminar Presidensi G20 "Mengkaji Peran Politik Luar Negeri Indonesia di Era Pemerintahan Jokowi"

“Bahan herbal yang terkandung di Fluba Anaba bisa meningkatkan energi, untuk kekebalan tubuh, dan pernafasan lebih plong,” kata Nurul Khayatin, Marketing Communication Fluba Anaba.

Tahun ini pemerintah mengizinkan masyarakat mudik hari raya Idul Fitri tahun ini. Sebelumnya dalam rangka menekan penyebaran virus COVID-19, pemerintah melarang mudik dengan mengetatkan penjagaan di setiap jalan dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga:  Realisasi PAD Buleleng Capai 92,49 Persen Hingga Akhir Desember 2021

Lebaran tahun ini penyekatan itu sudah tidak ada lagi. Keputusan ini membawa kabar gembira buat masyarakat. Dua kali agenda mudik yang selalu tertunda tahun ini bisa diwujudkan.

Meski sudah puluhan kali mudik, sebagian besar orang pasti menantikan mudik. Sebab ritual ini satu tahun sekali. Bagi kebanyakan orang Indonesia mudik adalah satu-satunya kesempatan untuk bertemu dengan keluarga, kolega, juga sahabat di tanah kelahiran atau kampung halaman. (ub/antara)