Ukraina Digempur Rudal saat Sekjen PBB Berkunjung

0
146

UPDATEBALI.com, Kiev – Rusia menembakkan dua peluru kendali ke Ibu Kota Kiev pada Kamis (28/4) ketika Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres sedang berkunjung di Ukraina, kata beberapa pejabat Ukraina.

Roket-roket itu mengguncang sebuah distrik di pusat kota Kiev dan salah satunya menghantam sebuah gedung hunian hingga melukai sedikitnya tiga orang, kata Wali Kota Kiev Vitali Klitschko. Beberapa saksi mata Reuters melaporkan bahwa mereka mendengar bunyi dua ledakan, namun keterangan soal penyebabnya belum bisa dipastikan.

Baca Juga:  Mobil Pemudik Masuk Jurang Namun Semua Penumpang Selamat

Ledakan-ledakan pada Kamis terdengar tidak lama setelah Guterres selesai melakukan pembicaraan dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Kejadian itu menggarisbawahi kekhawatiran bahwa Kiev masih rentan diserang persenjataan berat Rusia.

“Ada serangan di Kiev … saya terkejut, bukan karena saya sedang berada di sini tapi karena Kiev adalah kota suci bagi masyarakat Ukraina maupun Rusia,” kata Guterres kepada stasiun penyiaran Portugal, RTP, ketika ditanya soal ledakan tersebut.

Belum ada komentar dari Rusia soal rentetan ledakan itu, yang disebut Zelenskyy merupakan “bukti bahwa kita jangan sampai kehilangan kewaspadaan. Kita jangan menganggap bahwa perang sudah berakhir.”

Baca Juga:  KMPA FK Unud Gelar Musyawarah Anggota 2022

Pembicaraan Guterres dengan Zelenskyy dipusatkan antara lain pada upaya mengevakuasi para petempur dan warga sipil Ukraina yang berlindung di sebuah pabrik baja di Mariupol, kota yang terkepung. Kota di Ukraina timur itu menjadi target utama penyerbuan Rusia di kawasan Donbas.

Presiden Rusia Vladimir Putin, sementara itu, secara prinsip menyetujui keterlibatan PBB dan Palang Merah dalam proses evakuasi pabrik baja.

Baca Juga:  Bupati Bangli Pimpin Upacara HUT Provinsi Bali ke-64 dan Hari Pramuka

Persetujuan itu mengemuka dalam pembicaraan terpisah yang dilakukan Guterres dengan Putin pada Selasa (26/4) di Moskow.

Para pejabat Ukraina telah menyatakan kekhawatiran bahwa Rusia bermaksud menangkap orang-orang yang masih terjebak di pabrik tersebut, namun, dugaan itu ditepis oleh Moskow.

Rusia pada awal April menarik pasukannya dari dekat Kiev setelah gagal menguasai kota tersebut. Sejak itu, beberapa pejabat tinggi dari Amerika Serikat dan negara-negara sekutu di Eropa telah melakukan kunjungan ke kota tersebut. (ub/antara)