UPDATEBALI.com, Manado – Animo masyarakat membeli minyak goreng (migor) di Pasar Murah Lebaran 1443 Hijriah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup tinggi, menyusul stok yang disiapkan selalu habis terjual.
“Kami membatasi setiap warga membeli migor kemasan satu liter dalam Pasar Murah Lebaran sebanyak lima kantong (5 liter),” kata Kadisperindag Sulut Edwin Kindangen, di Manado, Selasa.
Dia mengatakan dalam Pasar murah Lebaran 2022 yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara (Sulut) menjual minyak goreng (migor) dengan harga yang murah.
“Kami menjual migor kemasan dengan harga Rp21 ribu per liter,” kata Edwin.
Dia mengatakan harga ini jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar maupun ritel modern dan swalayan di kisaran Rp25 ribu per liter.
“Kami harap masyarakat dapat memanfaatkan kegiatan pasar murah ini, karena bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah,” katanya.
Dia mengatakan selain migor juga ada beras premium dengan harga Rp10.400 per kilogram, gula pasir Rp13.500 per kg, tepung terigu Rp10.500 per kg, telur Rp45 ribu per baki dan mentega Rp10 ribu per kemasan 200 gram.
Kabid Dagri Disperindag Sulut Ronny Erungan mengatakan pasar murah Lebaran dilakukan, sehingga masyarakat tidak membeli semua di pasar, sehingga bisa memicu harga naik karena permintaan tinggi.
“Tapi dengan pasar murah diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok di pasaran,” katanya.
Sehingga, katanya, mampu menjaga angka inflasi walaupun ada hari raya keagamaan.
Pasar murah Lebaran kali ini, katanya, akan fokus pada masyarakat yang merayakan Idul Fitri yakni di Kabupaten Bolmong Raya, Kota Manado dan sebagian daerah yang memiliki warga mayoritas Muslim. (ub/antara)





