
UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Hujan lebat yang mengguyur kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, pada Minggu 1 November 2026 sekitar pukul 23.00 WITA, memicu tanah longsor hingga menyebabkan bangunan glamping terseret arus sungai.
Insiden ini mengakibatkan dua penghuni Glamping Room 6 masih belum ditemukan. Hingga Selasa 3 November 2026, pencarian memasuki hari kedua dengan melibatkan Polres Badung dan tim SAR gabungan yang terus mengoptimalkan upaya penyisiran di lokasi kejadian.
Pencarian tersebut melibatkan 76 personel gabungan, terdiri dari Basarnas Bali 12 personel, SAR Brimob Polda Bali 8 personel, SAR Polda Bali 14 personel, Polres Badung 22 personel, BPBD Badung 12 personel, K9 Polda Bali 4 personel, serta tim kesehatan 4 personel. Kegiatan ini bertujuan menemukan kedua korban sekaligus memastikan proses pencarian berjalan aman dan terkoordinasi.
Sebelum pencarian dimulai, seluruh personel mengikuti arahan dari Koordinator Basarnas Bali, Ketut Wirajaya. Selanjutnya, pencarian dibagi menjadi tiga tim, yakni tim pertama menyisir dari bendungan menuju hulu sungai, tim kedua bergerak dari bendungan menuju hilir sungai, sedangkan tim ketiga melakukan penyisiran di sekitar lokasi longsor dengan dukungan alat berat dan peralatan evakuasi lainnya.
Adapun dua korban yang masih dalam pencarian masing-masing berinisial B.K.M. Laki-laki (27), WNI, dan S.E.S., laki-laki (56), WNA Jerman.
Kabag Ops Polres Badung Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana dalam keterangannya menyampaikan bahwa keterlibatan personel Polres Badung merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung operasi kemanusiaan bersama seluruh unsur terkait.
“Kami bersama tim SAR gabungan terus mengoptimalkan upaya pencarian dengan membagi personel ke sejumlah titik penyisiran, baik di sekitar lokasi longsor maupun sepanjang aliran sungai. Keselamatan seluruh petugas tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi ini,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian kedua korban masih berlangsung dan belum ditemukan. Polres Badung berharap melalui sinergi seluruh unsur SAR, kedua korban dapat segera ditemukan.
Masyarakat juga diimbau tetap waspada terhadap potensi tanah longsor dan banjir akibat cuaca ekstrem, menjauhi area rawan bencana maupun aliran sungai yang berisiko, serta segera melaporkan keadaan darurat melalui layanan kepolisian 110. (den/updatebali)


