Dari Kepedulian Menuju Aksi Nyata, Mahasiswa KKN IMK Gaungkan Ekoteologi di Desa Gobleg

0
29
Mahasiswa KKN Institut Agama Hindu Mpu Kuturan menanam 21 bibit pohon di empat banjar Desa Gobleg sebagai aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penguatan nilai-nilai ekoteologi dan gotong royong masyarakat.
Mahasiswa KKN Institut Agama Hindu Mpu Kuturan menanam 21 bibit pohon di empat banjar Desa Gobleg sebagai aksi nyata pelestarian lingkungan melalui penguatan nilai-nilai ekoteologi dan gotong royong masyarakat. Sumber foto : Istimewa/updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Hindu Mpu Kuturan Desa Gobleg menggelar kegiatan ekoteologi melalui penanaman 21 bibit pohon di empat banjar dinas, yakni Banjar Dinas Asah, Unusan, Tengah, dan Jembong pada, Minggu, 1 November 2026.

Sebanyak 21 bibit pohon yang ditanam terdiri atas delapan bibit durian, sepuluh bibit alpukat, dan tiga bibit beringin. Penanaman dilakukan bersama oleh mahasiswa KKN pada sejumlah titik yang telah ditentukan berdasarkan koordinat lokasi. Selain penanaman pohon, kegiatan ini juga mencakup gotong royong membersihkan lingkungan.

Koordinator KKN Desa Gobleg, Felix Ashe Nugraha, menjelaskan kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bentuk rasa syukur dan tanggung jawab manusia kepada Tuhan.

“Kegiatan ekoteologi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga serta melestarikan lingkungan hidup. Kami ingin menanamkan nilai-nilai keagamaan melalui tindakan nyata dalam menjaga alam,” ujarnya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Resmi Buka Bulan Bung Karno VII Tahun 2025, Tegaskan Ajaran Bung Karno Napas Semesta Bangsa

Kegiatan ini sejalan dengan program Penguatan Ekoteologi yang menjadi salah satu dari delapan program prioritas atau Asta Protas Kementerian Agama Republik Indonesia periode 2025–2029, yang digagas oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Program tersebut mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kesadaran ekologis, sehingga menjaga dan melestarikan alam menjadi bagian dari pengamalan ajaran agama.

Mahasiswa KKN Desa Gobleg menggaungkan gerakan ekoteologi melalui penanaman 21 bibit pohon dan gotong royong untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
Mahasiswa KKN Desa Gobleg menggaungkan gerakan ekoteologi melalui penanaman 21 bibit pohon dan gotong royong untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan. Sumber foto : Istimewa/updatebali

Dalam implementasinya, Kementerian Agama turut mendorong gerakan pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon, penghijauan rumah ibadah, serta penguatan kesadaran ekologis di tengah masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, kegiatan penanaman pohon oleh mahasiswa KKN Institut Agama Hindu Mpu Kuturan di Desa Gobleg menjadi salah satu bentuk aksi nyata dalam menerapkan nilai-nilai ekoteologi melalui kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Baca Juga:  Bupati Satria Hadiri Penilaian Bali Swacitta Nugraha, Inovasi Karang Desa Ped Jadi Sorotan

Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Banjar Dinas Asah, Ketut Wardana. Wardana menilai penanaman pohon melalui pendekatan ekoteologi dapat menjadi sarana untuk mengenalkan nilai spiritual dalam menjaga lingkungan, terutama kepada anak-anak dan generasi muda.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN yang melaksanakan ekoteologi dengan mengajak warga menanam pohon. Menurut saya, ini langkah yang tepat agar warga, terutama anak-anak dan generasi muda, memahami bahwa menanam pohon itu bernilai, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujarnya.

Wardana juga menginginkan agar bibit pohon yang telah ditanam dapat dirawat bersama oleh masyarakat dan pihak desa agar memberikan manfaat dalam jangka panjang. Bahkan, Wardana berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan dikaitkan dengan perayaan Tumpek Wariga.

Dari sisi pelaksanaan, Wakil Koordinator KKN Desa Gobleg, I Gede Adryel Setiabudi Wedasmara Putra, menyampaikan bahwa penanaman dilakukan di beberapa titik yang telah ditentukan di empat banjar dinas. Menurut Adryel, salah satu tantangan yang dihadapi mahasiswa adalah kondisi medan menuju lokasi penanaman.

Baca Juga:  Superman Is Dead Bagikan Resep 27 Tahun Berkarya

“Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN bersama-sama menanam bibit pohon durian, beringin, dan alpukat di beberapa titik yang telah ditentukan berdasarkan koordinat lokasi. Salah satu tantangannya adalah perjalanan menuju lokasi yang sedikit ekstrem,” jelasnya.

Adryel menekankan penanaman bibit pohon tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan ekosistem di Desa Gobleg, khususnya dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui kegiatan ini, KKN Institut Agama Hindu Mpu Kuturan Desa Gobleg berharap nilai-nilai ekoteologi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan penanaman pohon, tetapi juga tumbuh menjadi kesadaran bersama untuk menjaga dan merawat alam secara berkelanjutan.(yud/updatebali)