Tingkatkan Kemampuan Numerasi Siswa, Pemkab Jembrana Bekali 216 Guru Metode GASING

0
48
Pemkab Jembrana menggelar pelatihan metode GASING bagi 216 guru SD dan SMP pada 2–18 November 2026 untuk meningkatkan kemampuan numerasi serta menciptakan pembelajaran matematika yang lebih mudah, asyik, dan menyenangkan.
Pemkab Jembrana menggelar pelatihan metode GASING bagi 216 guru SD dan SMP pada 2–18 November 2026 untuk meningkatkan kemampuan numerasi serta menciptakan pembelajaran matematika yang lebih mudah, asyik, dan menyenangkan. Sumber foto : Humas Jembrana/updatebali

UPDATEBALI.com, JEMBRANA – Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, secara resmi membuka Program Pelatihan Pandai Berhitung Metode GASING bagi guru SD dan SMP Kabupaten Jembrana di Ballroom Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Senin, 2 November 2026.

Kegiatan yang berlangsung pada 2–18 November 2026 ini diikuti oleh 216 peserta dari kalangan guru SD dan SMP.

Dalam sambutannya, Sekda I Made Budiasa menyampaikan rasa syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa. Ia juga memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

“Pendidikan adalah pilar utama dalam membangun peradaban dan kualitas sumber daya manusia di Jembrana. Melalui pelatihan metode GASING ini, kita ingin guru-guru membangkitkan kecintaan anak-anak terhadap matematika sejak dini,” ujar Budiasa.

Baca Juga:  Pemberdayaan KK Miskin Perlu Upaya Serius, Tulus dan Konsisten

Sekda Jembrana menjelaskan, metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya merupakan pendekatan pembelajaran matematika yang dirancang agar anak-anak mampu memahami matematika secara logis, cepat, dan menyenangkan tanpa merasa tertekan.

Metode ini juga bertujuan mengubah pandangan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang kaku dan menakutkan.

Terdapat empat peran utama metode GASING dalam meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Pertama, mengurangi kecemasan terhadap matematika (math anxiety) melalui permainan, lagu, dan aktivitas interaktif sehingga proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

Kedua, membangun pemahaman konsep dari dasar dengan menerapkan prinsip konkret ke abstrak. Siswa terlebih dahulu memahami makna angka melalui benda nyata atau alat peraga sebelum mempelajari bentuk simbolis.

Baca Juga:  Pemkab Jembrana Siapkan Rp 3 Miliar Subsidi Kredit untuk Dorong Pekerja Migran ke Luar Negeri

Ketiga, melatih kelancaran dan kecepatan berhitung (mental math) melalui teknik berhitung cepat secara mental tanpa selalu bergantung pada kalkulator atau coretan panjang.

Keempat, menstimulasi kemampuan berpikir kritis dan logis. Dengan penguasaan operasi dasar yang kuat, siswa diharapkan mampu menganalisis soal cerita dan menyelesaikan berbagai persoalan (problem solving) secara lebih optimal.

Para guru yang mengikuti pelatihan dinilai memiliki peran penting sebagai ujung tombak transformasi pendidikan di kelas. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menyerap ilmu, teknik, dan metode yang disampaikan oleh pelatih profesional untuk kemudian diterapkan dan dikembangkan di sekolah masing-masing.

Baca Juga:  FIB Unud Jadi Tuan Rumah Pertemuan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Perguruan Tinggi se-Indonesia

“Jadilah agen perubahan di sekolah masing-masing. Tularkan semangat dan metode ini kepada rekan sejawat dan utamanya kepada anak-anak didik kita di ruang-ruang kelas,” pesan Sekda I Made Budiasa.

Pemerintah Kabupaten Jembrana berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas guru dan penyediaan fasilitas penunjang yang memadai. Upaya ini diharapkan dapat mencetak generasi Jembrana yang cerdas, kompetitif, dan berkarakter di Bumi Makepung.

Acara pembukaan secara resmi dinyatakan dibuka oleh Sekda I Made Budiasa. Ia berharap Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan wara nugraha dalam setiap langkah untuk memajukan dunia pendidikan di Kabupaten Jembrana.(yud/updatebali)