
UPDATEBALI.com, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengikuti kegiatan 157 Run yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama industri jasa keuangan, Minggu, 1 November 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Denpasar ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan untuk mendorong pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.
Dewa Made Indra mengikuti kegiatan tersebut bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Bali, Ny. Widiasmini Indra, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali. Kegiatan lari ini mengambil titik start dan finis di depan Kantor Gubernur Bali.
Sekda Dewa Indra mengapresiasi pelaksanaan 157 Run yang dinilai menjadi sarana efektif untuk menyosialisasikan berbagai program kepada masyarakat, termasuk meningkatkan pemahaman mengenai sektor keuangan melalui kegiatan olahraga.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga keuangan menjadi faktor penting dalam membangun industri jasa keuangan yang sehat dan berkelanjutan. Kompleksitas sektor keuangan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“Peserta dari berbagai lembaga keuangan tak hanya bergabung di sini secara fisik, tetapi membangun kolaborasi. Karena industri keuangan adalah sektor yang kompleks dan sangat membutuhkan kolaborasi dan kepatuhan regulasi,” ujarnya.
Terkait perkembangan inklusi keuangan di Bali, Dewa Indra menyampaikan bahwa capaian yang diraih sejauh ini tergolong baik. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan regulasi dan peran aktif seluruh pelaku industri jasa keuangan.
“Dengan regulasi yang ada dan dukungan seluruh pelaku industri keuangan, capaian kita cukup bagus,” ungkapnya.
Ia menegaskan, inklusi keuangan memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan. Namun, peningkatan akses tersebut harus diimbangi dengan penguatan literasi agar masyarakat memahami manfaat, kegunaan, serta risiko dari produk keuangan yang digunakan.
“Selain tahu tentang produknya, masyarakat juga harus paham kegunaan dan juga risiko. Ini penting agar masyarakat tak dirugikan,” terangnya.
Dewa Indra juga menyambut baik penyelenggaraan Pasar Murah–Pekenan Bulan Inklusi Keuangan yang diinisiasi OJK Bali. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mendukung kampanye literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga membantu upaya pengendalian inflasi melalui penyediaan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, menjelaskan bahwa 157 Run merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan pasar murah yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha lokal.
“Selain itu, kita juga memfasilitasi UMKM binaan dalam kegiatan pasar murah. Ini tentunya akan sangat membantu kemajuan UMKM kita,” ungkapnya.
Pada hari yang sama, Sekda Dewa Indra juga melepas peserta PLN Electric Run 2026 yang berlangsung di sisi timur Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar.
Kegiatan yang juga disebut PLN Mobile Electric 5K Series Bali tersebut diikuti tidak kurang dari 3.000 pelari. Para peserta terbagi dalam dua kategori, yakni road run dan fun run.(yud/updatebali)


