Pemkab Bangli Gandeng Komdigi dan BSSN, Perkuat Sistem Digital dan Keamanan Data

0
26
Pemkab Bangli melalui FGD CITA GOV mendorong integrasi sistem digital, perlindungan data pribadi, dan peningkatan kompetensi ASN untuk mewujudkan pelayanan publik yang aman dan efisien.
Pemkab Bangli melalui FGD CITA GOV mendorong integrasi sistem digital, perlindungan data pribadi, dan peningkatan kompetensi ASN untuk mewujudkan pelayanan publik yang aman dan efisien. Sumber foto : Humas Bangli/updatebali

UPDATEBALI.com, BANGLI – Pemerintah Kabupaten Bangli terus memperkuat transformasi digital melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Collaborative for Integrated Digital Transformation Government (CITA GOV), Kamis, 29 Oktober 2026, di Ruang Rapat Krisna, Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli.

Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini menghadirkan narasumber Aris Kurniawan, S.Sos., M.Com., Direktur Akselerasi Teknologi Pemerintah Digital Daerah, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, serta Danang Jaya dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Asisten I Setda Kabupaten Bangli, I Made Ari Pulasari, berharap CITA GOV dapat menjadi landasan dalam membangun tata kelola pemerintahan digital yang terpadu, efisien, dan berorientasi pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga:  Dinas Kesehatan Bali Pastikan Stok VAR Aman hingga Pertengahan Tahun 2024

“Transformasi digital harus dibangun secara terpadu, bukan berjalan sendiri-sendiri di masing-masing perangkat daerah. Kami berharap melalui CITA GOV, pelayanan publik semakin mudah, cepat, aman, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Dalam diskusi tersebut, peserta FGD menyampaikan bahwa pengguna layanan digital membutuhkan pelayanan yang mudah, terintegrasi dalam satu pintu, mudah diakses, dan aman. Oleh karena itu, pengembangan sistem digital pemerintah perlu mengutamakan kebutuhan pengguna, bukan sekadar menambah jumlah aplikasi.

FGD tersebut juga menyepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya verifikasi setiap usulan pengembangan aplikasi dan pengadaan teknologi informasi melalui arsitektur CITA GOV, penyelarasan anggaran berdasarkan hasil evaluasi kelayakan sistem, integrasi data melalui kebijakan Bangli Satu Data, serta penguatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi.

Baca Juga:  Risk Beyond 2025 Hadir di Bali, Bahas Tantangan Risiko Global dan Ketahanan Organisasi

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Bangli, I Nyoman Murditha, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital membutuhkan keterpaduan sistem serta kolaborasi dari berbagai pihak.

“Transformasi digital tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Diperlukan kolaborasi unsur pentahelix, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan akademisi. Sinergi seluruh unsur ini sangat penting untuk membangun ekosistem digital yang inklusif, inovatif, aman, dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Sampaikan Rekomendasi DPRD Kabupaten Badung LKPJ Tahun 2023

Selain mendorong integrasi aplikasi dan data, FGD tersebut juga membahas penguatan regulasi melalui Peraturan Bupati tentang CITA GOV serta peningkatan kompetensi aparatur sipil negara (ASN) dalam kepemimpinan digital, literasi data, dan tata kelola teknologi informasi.

Melalui CITA GOV dan kolaborasi pentahelix, Pemkab Bangli berharap transformasi digital tidak hanya menghadirkan teknologi, tetapi juga mampu mewujudkan pelayanan publik satu pintu yang mudah diakses, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(yud/updatebali)