Buleleng Catat Penurunan Stunting, Orang Tua Diminta Tak Abaikan Pemeriksaan Balita di Posyandu

0
19
Pemkab Buleleng memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan, dan pemantauan rutin balita demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Pemkab Buleleng memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi seimbang, pemeriksaan kesehatan, dan pemantauan rutin balita demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas. Sumber foto : Kominfosanti Buleleng/updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat upaya menjaga tumbuh kembang anak melalui pemenuhan gizi, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan pertumbuhan balita secara rutin.

Berdasarkan data Sigizikesga (Sistem Informasi Gizi dan Kesehatan Keluarga) per Oktober 2026, angka stunting di Buleleng tercatat sebesar 3,47 persen atau sebanyak 1.014 balita dari total 29.183 balita. Angka tersebut sudah berada di bawah target nasional sebesar 14,2 persen.

Meski angka stunting di Buleleng telah berada di bawah target nasional, pencegahan dan penanganannya tetap menjadi perhatian serius. Setiap anak berhak memperoleh asupan gizi yang cukup, pelayanan kesehatan yang optimal, serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, S.Ked., M.A.P., saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa, 27 Oktober 2026, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak cukup hanya melalui pemenuhan kebutuhan makanan anak. Upaya tersebut juga harus disertai pemantauan pertumbuhan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Baca Juga:  HUT Bhayangkara ke-80, Pemkab Badung Tegaskan Komitmen Dukung Polri Jaga Kondusivitas Daerah

Menurutnya, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam mendeteksi gangguan pertumbuhan sejak dini. Melalui kegiatan Posyandu, berat badan dan tinggi badan balita dapat dipantau secara rutin. Dengan demikian, apabila ditemukan indikasi masalah pertumbuhan, penanganan dapat segera dilakukan.

Ia juga mengingatkan orang tua agar memperhatikan asupan gizi anak, terutama protein hewani yang bersumber dari telur, ikan, daging, ayam, dan susu. Selain itu, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi, pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun, serta pemberian vitamin A sesuai jadwal menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang balita.

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Siapkan Dana Bantuan Antisipasi Masyarakat Terdampak Cuaca Ekstrem

“Pemenuhan protein hewani sangat penting untuk mendukung pertumbuhan anak. Karena itu, kami mengajak para orang tua untuk rutin membawa balitanya ke Posyandu agar berat badan dan tinggi badannya terpantau setiap bulan,” ujar dr. Sucipto.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penanganan stunting juga perlu didukung pemeriksaan medis untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit penyerta, seperti tuberkulosis (TBC), cacingan, infeksi kronis, gangguan penyerapan nutrisi, dan anemia. Jika ditemukan masalah kesehatan, anak akan memperoleh penanganan sesuai kondisinya, termasuk rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila diperlukan.

Selain pemenuhan gizi dan pelayanan kesehatan, kebersihan lingkungan juga berpengaruh terhadap kesehatan anak. Karena itu, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan air bersih, memiliki jamban yang layak, serta memastikan anak mendapatkan imunisasi dasar dan lanjutan sesuai jadwal.

Baca Juga:  Agora Mall Thamrin Nine Hadir dengan Dukungan SCOP3 Group, Tawarkan Destinasi Gaya Hidup Modern di Jakarta

“Jangan menunggu anak terlihat kurus untuk memeriksakan pertumbuhannya. Pemantauan rutin di Posyandu membantu mendeteksi masalah sejak dini sehingga anak bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat,” ajaknya.

Melalui penguatan upaya pencegahan dan penanganan secara berkelanjutan, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng berharap tumbuh kembang balita dapat terjaga dengan baik.

Peran aktif orang tua, dukungan tenaga kesehatan, dan kepedulian masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan generasi Buleleng yang sehat, kuat, dan berkualitas.(adv/updatebali)