Wali Kota Jaya Negara Hadiri Upacara Maligia Punggel di Intaran Sanur

0
23
Wali Kota Jaya Negara Hadiri Upacara Maligia Punggel di Intaran Sanur
Wali Kota Jaya Negara Hadiri Upacara Maligia Punggel di Intaran Sanur. Sumber foto: Humas Denpasar/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri puncak pelaksanaan Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Punggel yang berlangsung di Pantai Mertasari, Desa Adat Intaran, Kelurahan Sanur, Denpasar Selatan, pada Rabu 21 Oktober 2026. Kegiatan keagamaan tersebut bertepatan dengan Buda Umanis Dukut.

Upacara yang diselenggarakan oleh Griya Karang Tampak Gangsul, Griya Timbul Intaran Sanur, dan Griya Tambak Sari Intaran ini berlangsung khidmat dengan diikuti 535 puspa sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur.

Turut hadir Anggota DPD RI Dr. Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, keluarga besar griya, penglingsir puri, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya. Hadir pula Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, dan Bendesa Adat Intaran I Gusti Agung Alit Kencana.

Baca Juga:  Ajak Konsumen Jalankan Gaya Hidup Sehat, Astra Motor Teuku Umar Gelar Seminar dan Yoga

Rangkaian upacara telah dilaksanakan secara bertahap sejak awal Oktober 2026 dengan melibatkan keluarga, semeton, serta masyarakat yang turut ngayah dalam setiap prosesi. Sejumlah tahapan telah dilalui, mulai dari Mebiakala, Metatah, Muspa Ngendag, hingga berbagai prosesi persiapan menuju puncak karya. Puncak upacara diawali dengan Mundut Eteh-Eteh Bhatara Lingga ke Peyadnyan, dilanjutkan dengan Ngadegang Puspa Lingga, Melaspas Puspa, serta Mepurwa Daksina. Seluruh prosesi dipuput oleh para sulinggih sesuai dengan tata cara dan tuntunan agama Hindu.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Hadiri Melaspas Candi Bentar Setra Penatih, Tegaskan Komitmen Jaga Kesucian Kawasan Adat

Di sela-sela prosesi, Walikota Jaya Negara menyampaikan bahwa pelaksanaan Pitra Yadnya memiliki makna mendalam sebagai wujud bhakti dan penghormatan kepada leluhur, sekaligus momentum untuk mempererat persaudaraan.

“Melalui upacara ini, kita tidak hanya menghormati leluhur, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan gotong royong antarkeluarga serta semeton. Semoga seluruh rangkaian karya berjalan labda karya, membawa kerahayuan bagi semua, dan nilai-nilai luhur ini terus diwariskan kepada generasi penerus,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara juga berkesempatan mengikuti prosesi Ngadegang Puspa Lingga. Kehadiran dan keterlibatan dalam prosesi ini menjadi bagian dari dukungan terhadap pelestarian adat, tradisi, dan budaya Bali yang senantiasa dijaga melalui pelaksanaan upacara keagamaan. Kebersamaan keluarga besar griya, semeton, dan masyarakat dalam ngayah turut mencerminkan kuatnya semangat gotong royong serta nilai kekeluargaan dalam kehidupan masyarakat Bali.

Baca Juga:  Komitmen Tingkatkan Sinergi dengan Rakyat, Bupati Sanjaya Hadiri Upacara Pitra Yadnya Krama Tunjuk dan Petiga

Setelah puncak karya, rangkaian upacara dijadwalkan berlanjut pada Kamis 22 Oktober 2026 melalui prosesi Pralina Puja, Putru Adi Parwa Saji, Pralina Puspa, hingga Nganyut ke segara. Selanjutnya, pada Sabtu 24 Oktober 2026, dilaksanakan prosesi Nyegara Gunung dengan rangkaian menuju Pura Goa Lawah, dilanjutkan dengan Ngelinggihang Dewa Pitara.

Pelaksanaan karya ini melibatkan Pengrajeg Karya Ida Pedanda Gede Made Karang dan Ida Bagus Purwadana, Manggala Karya Ida Bagus Ambara, Ida Bagus Ngurah Aribawa, dan Ida Bagus Putu Suarjaya, serta Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Raka Timbul. (per/updatebali)