Rahina Tumpek Wayang Jadi Momentum Bupati Sanjaya Perkuat Nilai Spiritual dan Budaya Tabanan

0
7
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemkab melaksanakan persembahyangan Tumpek Wayang untuk memperkuat sradha bhakti serta menjaga keharmonisan alam, adat, dan budaya Bali.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya bersama jajaran Pemkab melaksanakan persembahyangan Tumpek Wayang untuk memperkuat sradha bhakti serta menjaga keharmonisan alam, adat, dan budaya Bali. Sumber foto : Humas Tabanan/updatebali

UPDATEBALI.com, TABANAN – Memperkuat sradha bhakti sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memaknai Rahina Tumpek Wayang.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui persembahyangan bersama pada Sabtu, 10 Oktober 2026, yang dihadiri Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para asisten dan kepala perangkat daerah, ribuan ASN dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, serta para pemangku PSN Kabupaten Tabanan.

Persembahyangan berlangsung di Padmasana Kantor Bupati Tabanan. Rahina Tumpek Wayang yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang dan diperingati setiap 210 hari menjadi momentum untuk menjaga keseimbangan serta keharmonisan alam Bali, baik secara sekala maupun niskala, termasuk dalam menjaga krama, lingkungan, dan kelestarian budaya. Persembahyangan bersama ini juga merupakan wujud pelaksanaan swadharma negara dan swadharma agama oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Baca Juga:  Tujuh Bendesa Adat Jembrana Dikukuhkan Serentak, Perkuat Sinergi Desa dan Pemerintah

“Hari ini, kami di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan swadharma negara dan swadharma agama melalui persembahyangan bersama pada Rahina Tumpek Wayang, yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Wayang dan diperingati setiap 210 hari. Juga bertujuan dalam rangka Nangun Sat Kerthi Loka Bali, menjaga keharmonisan Jagat Bali secara Sekala dan Niskala, menjaga krama, alam lingkungan dan budaya,” ujar Sanjaya.

Baca Juga:  Wagub Giri Prasta Hadiri Karya Padudusan Alit di Banjar Adat Kenanga, Serahkan Punia Rp50 Juta

Ia juga menyampaikan bahwa persembahyangan pada Tumpek Wayang merupakan wujud sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Ida Bhatara Iswara, yang berkaitan dengan kesenian dan cahaya. Melalui persembahyangan tersebut, diharapkan cahaya suci dapat menerangi kehidupan, menghilangkan kegelapan, serta memberikan kerahayuan bagi masyarakat Tabanan dan Bali.

Lebih lanjut, Sanjaya mengajak seluruh masyarakat sedharma di Kabupaten Tabanan untuk turut melaksanakan persembahyangan pada Rahina Tumpek Wayang sebagai bentuk doa dan bhakti.

Baca Juga:  Sekda Adi Arnawa Buka Musyawarah Daerah X DPD PPNI Kabupaten Badung

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memohon keselamatan, keseimbangan, dan keharmonisan dalam kehidupan. Ajakan tersebut sejalan dengan komitmen bersama untuk menjaga nilai-nilai spiritual dan kelestarian budaya Bali demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Melalui momentum Rahina Tumpek Wayang, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap semangat kebersamaan dalam menjalankan swadharma negara dan swadharma agama semakin kuat.

Selain mempertebal sradha bhakti, kegiatan ini juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur budaya Bali serta keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan lingkungan demi mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).(den/updatebali)