Dari Fasilitas Kesehatan hingga Pelestarian Mangrove, AHM Perkuat Pemulihan Pascagempa NTT

0
53
Jajaran pengurus Yayasan Astra Honda Motor bersama jajaran manajemen PT Mitra Pinasthika Mulia didampingi kepala Balai Taman Nasional Komodo, pemerintah daerah, Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia, serta guru dan siswa SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo berfoto bersama usai menanam 10.000 bibit mangrove di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT (5/10).
Jajaran pengurus Yayasan Astra Honda Motor bersama jajaran manajemen PT Mitra Pinasthika Mulia didampingi kepala Balai Taman Nasional Komodo, pemerintah daerah, Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia, serta guru dan siswa SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo berfoto bersama usai menanam 10.000 bibit mangrove di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT (5/10). Sumber foto : Astra Motor Bali/updatebali

UPDATEBALI.com, NUSA TENGGARA TIMUR – Pasca gempa bumi yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Agustus, PT Astra Honda Motor (AHM) terus memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak melalui berbagai bantuan kemanusiaan.

Berkolaborasi dengan pemerintah, AHM memperkuat salah satu fondasi pemulihan melalui dukungan prasarana pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Warsawe, Kabupaten Manggarai Barat, pada 3 Oktober.

Selain dukungan di bidang kesehatan, kontribusi Yayasan Astra Honda Motor (Yayasan AHM) di NTT juga diwujudkan melalui upaya pelestarian lingkungan di wilayah habitat komodo dalam kawasan Taman Nasional Komodo.

Dukungan prasarana kesehatan dari AHM memungkinkan lebih dari 7.200 warga dari desa sekitar Puskesmas Warsawe kembali mendapatkan layanan kesehatan secara optimal pascabencana. Bantuan tersebut berupa prasarana dan peralatan penunjang pelayanan untuk mendukung layanan kesehatan primer, mulai dari rawat jalan, persalinan, hingga pelayanan gawat darurat bagi masyarakat di wilayah kerja puskesmas.

Dukungan tersebut meliputi fasilitas penunjang listrik, ketersediaan air bersih, serta berbagai perangkat pendukung pelayanan kesehatan. Kepala UPTD Puskesmas Warsawe, Yohanes G. Floriani, menyampaikan bahwa pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana menjadi salah satu prioritas penting untuk membantu masyarakat bangkit kembali.

Baca Juga:  Herjun Atna Firdaus Raih Podium Ketiga di ARRC China

“Dukungan dari AHM sangat berarti bagi seluruh warga desa serta memberikan ketenangan, harapan, dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi situasi ini sendirian. Kami akan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Fani.

Pemulihan layanan kesehatan selanjutnya dilakukan melalui revitalisasi empat Posyandu di Kabupaten Nagekeo, NTT. Revitalisasi tersebut dibutuhkan untuk mendukung masyarakat memperoleh layanan kesehatan dasar secara optimal, terutama dalam pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita, kesehatan ibu hamil dan menyusui, imunisasi, serta pemantauan kesehatan remaja dan lansia.

Upaya pemulihan ini melanjutkan pendampingan AHM kepada masyarakat sejak masa tanggap darurat pascagempa yang melanda NTT pada Agustus hingga awal Oktober. Yayasan AHM bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat secara bertahap menyalurkan bantuan kebutuhan dasar berupa sembako, selimut, obat-obatan, dan vitamin kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Sikka pada 17-19 Agustus.

Baca Juga:  Dinas Kominfosanti Buleleng Terima Kunjungan Kominfo Mimika, Bahas Inovasi Digital dan Bank Data

Dukungan kemanusiaan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut meliputi perlengkapan ibadah, perlengkapan sekolah, perlengkapan nelayan untuk mendukung pemulihan mata pencaharian, paket makanan bergizi setiap hari selama tujuh hari, paket sembako untuk dapur umum, serta air bersih bagi warga yang mengalami keterbatasan akses air pascabencana.

General Manager Corporate Communication AHM Rina Listiani mengatakan, pemulihan pascabencana membutuhkan dukungan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas produktif sehari-hari.

“Kami berharap dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, masyarakat memiliki fondasi kuat untuk kembali beraktivitas, bekerja, dan memulihkan mobilitas produktif mereka. Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membantu pemulihan dari dampak bencana di NTT dan sekitarnya,” ujar Rina.

Selain pemulihan sosial dan kesehatan, Yayasan AHM bersama PT Mitra Pinasthika Mulia, jaringan main dealer sepeda motor Honda wilayah Jawa Timur dan NTT, serta Yayasan Pemuda Konservasi Indonesia turut memperkuat ekosistem pesisir melalui penanaman 10.000 bibit mangrove jenis Rhizophora stylosa di Loh Sebita, Taman Nasional Komodo, pada 5 Oktober.

Baca Juga:  Meriahkan Hari Bhayangkara ke-77, Astra Motor Bali Ajak Masyarakat Klungkung #Cari_Aman Fun Slalom

Penanaman tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir di kawasan Pulau Komodo. Mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung pesisir, penyimpan karbon biru (blue carbon), serta habitat berbagai biota di kawasan yang menjadi rumah bagi komodo, satwa endemik Indonesia. Rehabilitasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.

Kegiatan tersebut melibatkan Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Manggarai, SMP Negeri 4 Satap Pulau Komodo, Desa Komodos, serta masyarakat sekitar.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Yayasan AHM berkomitmen menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian habitat komodo agar kekayaan alam Pulau Komodo tetap terpelihara bagi generasi mendatang.(den/updatebali)