Bupati Klungkung Luncurkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Ribuan Peserta Ikut Gebyar Mahottama

0
30
Bupati Klungkung Luncurkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Ribuan Peserta Ikut Gebyar Mahottama
Bupati Klungkung Luncurkan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Ribuan Peserta Ikut Gebyar Mahottama. Sumber foto: Humas Klungkung/Updatebali

UPDATEBALI.com, KLUNGKUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung mengambil langkah untuk memperkuat pembangunan pendidikan mulai dari jenjang usia dini. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan “Gebyar Mahottama” yang dirangkaikan dengan Launching Wajib Belajar Kolaborasi Lintas Jenjang Pendidikan.

Kegiatan ini secara resmi diluncurkan Bupati Klungkung I Made Satria bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya di Lapangan Umum Dawan, Kecamatan Dawan, Sabtu 3 Oktober 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan serangkaian dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai wujud semangat kebersamaan dan persatuan. Gebyar Mahottama merupakan payung besar dari serangkaian kegiatan strategis, yang meliputi launching Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Mewarnai tingkat TK dan SD, hingga Jalan Sehat Kolaborasi lintas jenjang pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, hingga SMA.

Baca Juga:  Tingkatkan Literasi Keuangan, OJK Bali Edukasi Pelajar Pada Festival Anak dan Temu Kreasi 2024

Dalam sambutannya, Bupati Satria menegaskan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) bukan sekadar tempat bermain atau menitipkan anak sebelum masuk Sekolah Dasar. Lebih dari itu, PAUD merupakan fondasi krusial dalam membangun kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, belajar mandiri, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan dan karakter sejak dini. Selain itu, Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah harus dimulai sejak usia dini, khususnya bagi anak usia 5 hingga 6 tahun, guna memastikan mereka memperoleh layanan PAUD yang berkualitas sebagai bekal utama memasuki pendidikan dasar.

“Saya sangat menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah,” ujar Bupati Satria.

Bupati Satria juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri; keberhasilan pembangunan pendidikan memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pemangku kepentingan. Peran orang tua dinilai menjadi elemen paling vital dalam gerakan ini, yakni melalui pendampingan, pemberian teladan, pembangunan kebiasaan baik, serta penciptaan lingkungan rumah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Baca Juga:  Destinasi Wisata Nusa Penida Mulai Ramai di Kunjungi Wisatawan Domestik

“Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, saya optimis cita-cita Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah dapat diwujudkan demi melahirkan generasi emas Kabupaten Klungkung yang cerdas, mandiri, berdaya, berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia, Dewa Ayu Sri Pudjiastuti, dalam laporan penutupnya menyampaikan bahwa kegiatan ini berlangsung selama satu hari penuh dan melibatkan ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
Total peserta tercatat sebanyak 1.330 orang, yang terdiri atas 510 murid TK, 500 murid SD, 270 murid SMP, dan 50 siswa SMA. Kegiatan ini juga dihadiri oleh 357 pendidik dan tenaga kependidikan TK dan SD se-Kecamatan Dawan, sehingga total keseluruhan peserta yang memadati lokasi mencapai 1.887 orang.

Baca Juga:  Percontohan Desa Energi Berdikari, Program TJSL Pertamina Mendunia

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang positif bagi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Klungkung,” ungkapnya.

Turut hadir Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Suwirta, Pj. Sekda Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya dan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung, I Ketut Sujana.(yud/updatebali)