Aussie Beef Big Flavour Hadir di Bali, Sajikan Queensland Beef dalam Cita Rasa Asia dan Barat

0
15
Aussie Beef Big Flavour Hadir di Bali, Sajikan Queensland Beef dalam Cita Rasa Asia dan Barat
Aussie Beef Big Flavour Hadir di Bali, Sajikan Queensland Beef dalam Cita Rasa Asia dan Barat. Sumber Foto : Den / Updatebali

UPDATEBALI.com, BADUNG – Produk daging sapi premium asal Queensland, Australia, diperkenalkan kepada pencinta kuliner di Bali melalui program Aussie Beef Big Flavour – Experience the Queensland Beef in Asian & Western Flavours.

Program ini menjadi bagian dari kolaborasi Meat & Livestock Australia (MLA), Trade and Investment Queensland (TIQ), Tanaka Graha Indonesia selaku importir dan distributor resmi, serta Cliff at Canna Bali.

Peluncuran program berlangsung di Cliff at Canna Bali, Nusa Dua, Rabu 30 September 2026. Promosi kuliner tersebut akan berlangsung selama satu bulan, mulai 30 September hingga 30 Oktober 2026.

Program ini dirancang untuk memperkenalkan kualitas dan karakter Queensland Beef sekaligus menunjukkan fleksibilitas produk tersebut ketika diolah menggunakan teknik masakan Asia maupun Barat.

Dalam peluncuran tersebut, Chef Chandra Yudasswara yang merupakan Celebrity Chef sekaligus Chef Owner Cliff at Canna Bali menyiapkan menu khusus bertajuk The Cliff Cut: An Australian Beef Experience.

Rangkaian menu yang disajikan terdiri dari amuse bouche, appetizer berupa Aussie Beef Rump Cap Nolan, main course menggunakan Aussie Beef Tenderloin 8+ Wagyu, serta dessert Chocolate & Caramel.

Aussie Beef Big Flavour Hadir di Bali, Sajikan Queensland Beef dalam Cita Rasa Asia dan Barat
Aussie Beef Big Flavour Hadir di Bali, Sajikan Queensland Beef dalam Cita Rasa Asia dan Barat. Sumber Foto : Den / Updatebali

Chief Representative Meat & Livestock Australia (MLA) Indonesia, Christian Haryanto, mengatakan Bali menjadi salah satu pasar yang menarik untuk pengembangan produk daging sapi premium Australia.

“Bali memiliki salah satu pasar kuliner paling menarik di Asia Tenggara untuk daging sapi premium Australia. Melalui kolaborasi dengan Trade and Investment Queensland dan Tanaka Graha Indonesia, kami ingin menghadirkan Queensland Beef kepada konsumen Bali yang menghargai kualitas, asal produk yang terpercaya, serta cita rasa yang baik,” ujar Christian.

Baca Juga:  Buleleng Fashion on the Street, Bangkitkan Kreativitas dan Budaya Melalui Fashion

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada promosi produk, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih jauh karakteristik Queensland Beef kepada konsumen maupun pelaku industri kuliner.

Queensland Beef dikenal memiliki kualitas yang konsisten, cita rasa yang kuat serta marbling yang baik. Produk tersebut tersedia dalam pilihan grass-fed maupun grain-fed dan diproduksi melalui sistem peternakan serta standar produksi yang diterapkan secara berkelanjutan.

Tony Burnett, Queensland Trade and Investment Commissioner Indonesia dari Trade and Investment Queensland, menyebut Queensland merupakan salah satu sentra utama produksi daging sapi Australia.

“Queensland merupakan negara bagian penghasil daging sapi terbesar di Australia dan menyumbang sekitar 45 persen dari total produksi daging sapi Australia. Bentang alamnya yang luas, mulai dari wilayah tropis di utara hingga Darling Downs yang subur, memberikan lingkungan yang mendukung produksi sapi berkualitas,” kata Tony.

Selain memasok daging sapi premium, menurut Tony, industri peternakan Queensland juga memiliki peran dalam rantai pasok sapi hidup ke Indonesia.

Ia menyebut rantai pasok tersebut turut mendukung kebutuhan pangan masyarakat Indonesia dengan memasok sapi hidup dari Australia.

“Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan kepada konsumen Indonesia kualitas, asal-usul dan cita rasa Queensland Beef. Kolaborasi dengan Cliff at Canna Bali juga menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi dan kuliner antara Queensland dan Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga:  Agus Prayogo Sukses Jadi Pelari Tercepat pada Indonesia International Marathon

Tony menambahkan, sebagian besar produksi daging sapi Australia berasal dari Queensland. Bahkan, terdapat produk dari Queensland yang baru-baru ini memperoleh penghargaan internasional sebagai salah satu brand steak terbaik dunia pada 2026.

Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu gambaran bagaimana kualitas produk dari Queensland mendapat pengakuan di tingkat global.

Pemilihan Bali sebagai lokasi promosi juga bukan tanpa alasan. Bali dinilai memiliki pasar pariwisata dan kuliner yang kuat, sekaligus menjadi tujuan favorit wisatawan Australia.

Selain itu, keberadaan restoran, hotel dan chef dengan standar kuliner internasional membuat Bali dinilai sesuai sebagai lokasi untuk memperkenalkan produk premium.

“Bali merupakan lokasi yang sangat baik untuk kegiatan ini. Ada banyak wisatawan Australia yang datang setiap tahun, ditambah dengan keberadaan chef dan industri hospitality yang memiliki kualitas tinggi. Dari sisi konektivitas, Bali juga memiliki penerbangan langsung menuju sejumlah destinasi di Queensland,” jelas Tony.

Ia mengatakan kegiatan serupa akan dikembangkan di sejumlah daerah lain di Indonesia. Sebelumnya, promosi produk Australia lebih banyak dilakukan melalui jaringan supermarket, sementara program kali ini diarahkan langsung ke sektor restoran dan foodservice.

Trade and Investment Queensland juga memiliki program yang mempertemukan chef dari berbagai negara dengan industri peternakan di Queensland. Dalam program tersebut, para chef dapat melihat langsung proses produksi, peternakan hingga rantai pasok sebelum produk daging sampai ke konsumen.

Baca Juga:  Presiden Resmi Lantik Laksamana Yudo Margono Sebagai Panglima TNI

“Melalui pengalaman tersebut, para chef dapat memahami bagaimana daging diproduksi, bagaimana sistem produksinya menjaga keberlanjutan, serta bagaimana kualitas produk dipertahankan hingga sampai ke konsumen,” katanya.

Sementara itu, Dharmawan Tanaka, Co-Founder sekaligus CEO Tanaka Graha Indonesia, mengatakan pihaknya berkomitmen memperluas akses terhadap produk daging sapi premium Australia bagi industri restoran di Indonesia.

“Sebagai importir dan distributor resmi Queensland Beef di Indonesia, kami bangga dapat menyediakan daging sapi premium Australia bagi restoran-restoran terbaik di Tanah Air. Melalui program ini, kami ingin merayakan kualitas Queensland Beef sekaligus memperkuat komitmen untuk mendukung perkembangan industri kuliner Bali melalui kemitraan yang kuat dan berkelanjutan,” ujar Dharmawan.

Menurutnya, kolaborasi antara produsen, distributor dan pelaku industri hospitality menjadi bagian penting dalam memperkenalkan produk premium kepada konsumen secara langsung.

Sementara itu, dari sisi kuliner, Chef Chandra Yudasswara menghadirkan pengalaman bersantap yang menggabungkan karakter daging sapi Australia dengan pendekatan masakan Asia dan Barat.

Konsep tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Queensland Beef dapat digunakan untuk berbagai kreasi menu, mulai dari hidangan pembuka hingga menu utama dengan karakter rasa yang berbeda.

Melalui program yang berlangsung hingga 30 Oktober 2026 tersebut, konsumen Bali berkesempatan mencicipi secara langsung menu berbahan Queensland Beef yang dirancang khusus oleh Chef Chandra Yudasswara di Cliff at Canna Bali.(den/updatebali)