Walikota Jaya Negara Apresiasi Metatah Massal di Kesiman, Efisiensi Waktu dan Biaya Jadi Sorotan

0
35
Kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan prosesi Metatah Massal Desa Adat Kesiman yang berlangsung Senin (28/9).
Kehadiran Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara dalam kesempatan prosesi Metatah Massal Desa Adat Kesiman yang berlangsung Senin (28/9). Sumber foto : Humas Denpasar/updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri pelaksanaan Upacara Metatah atau Mepandes Massal Desa Adat Kesiman yang diikuti 345 peserta dari 32 banjar adat.

Upacara tersebut berlangsung di Pantai Padang Galak, Kecamatan Denpasar Timur, Senin, 28 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara turut ngayah nyangging kepada beberapa peserta metatah. Kehadirannya dalam rangkaian upacara juga ditandai dengan penyerahan punia sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan karya adat dan keagamaan di Desa Adat Kesiman.

Didampingi Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, I Putu Agus Jayadi, Walikota Jaya Negara memberikan apresiasi kepada Jro Bendesa Adat Kesiman beserta seluruh panitia yang telah menyelenggarakan rangkaian upacara secara massal.

Baca Juga:  Jaya Negara Ngayah Nyangging Pelaksanaan Metatah Massal Di Desa Adat Sesetan

Menurutnya, pelaksanaan karya adat secara bersama-sama tidak hanya penting untuk menjaga kelestarian tradisi dan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Jaya Negara menilai pelaksanaan upacara secara massal dapat menghemat waktu sekaligus meringankan beban biaya masyarakat, khususnya para orang tua yang anaknya mengikuti upacara potong gigi.

“Rangkaian upacara keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan runtut, dimulai dari prosesi Ngaben, Mepetik, Ngangkit ke Pasih, hingga pelaksanaan upacara Metatah atau potong gigi massal. Langkah dan kerja keras Jro Bendesa beserta pihak Desa Adat Kesiman ini sejalan dan turut mendukung program pemerintah daerah dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Pujawali Pelinggih Dalem Prajapati dan Beji di Desa Adat Bunyuh

Jaya Negara juga berharap pelaksanaan karya massal tersebut dapat terus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Selain menjadi pelaksanaan kewajiban adat dan keagamaan, rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi serta menjaga keharmonisan krama Desa Adat Kesiman.

Sementara itu, Jro Bendesa Adat Kesiman, I Ketut Wisna mengatakan, rangkaian upacara keagamaan massal tersebut terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, termasuk Puri Pemayun Kesiman.

Rangkaian kegiatan telah dimulai melalui prosesi Negteg Beras pada 9 September, dilanjutkan dengan Ngingsah pada 16 September serta Melaspas Peyadnyan pada 18 September. Sebelum pelaksanaan Metatah Massal, juga telah digelar ritual Mesasap Segara yang diikuti 526 peserta.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga dalam Karya Adat di Desa Lalanglinggah dan Kelating

“Pelaksanaan secara massal ini tentu memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama dari sisi efisiensi waktu dan biaya,” ujarnya.

Rangkaian karya massal Desa Adat Kesiman masih akan berlanjut hingga puncak acara pada 1 Oktober mendatang melalui prosesi Pengajum dan Mepetik yang rencananya dipuput oleh lima orang sulinggih.

Selanjutnya, seluruh rangkaian karya akan ditutup dengan pelaksanaan upacara Nyegara Gunung pada 4 Oktober.

“Karya adat tersebut diharapkan tidak hanya menjadi momentum pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga semakin memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan krama Desa Adat Kesiman,” ujar I Ketut Wisna.(per/updatebali)