BKSN 2026 Jadi Ruang Edukasi Generasi Muda, Yunita Alit Sucipta Ingatkan Bijak Bermedia Sosial

0
12
Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat hadir di Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu (27/9).
Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat hadir di Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu (27/9). Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung sekaligus Agen Kerukunan FKUB Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta, memberikan pembekalan dan sosialisasi mengenai moderasi beragama kepada anggota Serikat Misi Anak-Anak Misioner (SEKAMI) dan Misdinar.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 di Gedung Serbaguna Paroki Tritunggal Mahakudus Tuka, Minggu, 27 September 2026.

Mengusung tema “Yesus Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius”, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan edukasi literasi media digital serta berbagai perlombaan edukatif bagi anak-anak.

Baca Juga:  Bali Catatkan Inflasi pada Maret 2022

Dalam arahannya, Nyonya Yunita menekankan pentingnya pembentukan karakter yang tidak hanya berfokus pada penguatan iman, tetapi juga menanamkan nilai kasih dan toleransi di tengah perkembangan era digital.

“Melalui momentum BKSN 2026, kita mendorong adik-adik Misdinar dan SEKAMI untuk tumbuh menjadi pribadi yang teguh dalam iman, solider, dan terbuka. Di era digital saat ini, penting bagi anak-anak untuk memahami etika bermedia sosial, selalu saring sebelum sharing, agar terhindar dari penyebaran hoax dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Baca Juga:  Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas, AHM Edukasi Ribuan Anak Lewat Program Safety Riding

Ia menyampaikan, nilai kasih dalam beragama sejalan dengan kearifan lokal Bali melalui prinsip Tat Twam Asi (Aku adalah Engkau, Engkau adalah Aku) sebagai landasan dalam menjaga keharmonisan Badung yang berdampak langsung terhadap kenyamanan pariwisata.

“Anak-anak adalah generasi penerus. Sejak dini kita perlu memberikan pemahaman bahwa perbedaan bukan menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi kekuatan untuk saling menghargai. Inilah nilai-nilai moderasi yang perlu kita tanamkan bersama,” ucap Yunita Alit Sucipta.

Baca Juga:  Sebarluaskan Literasi Digital, Diskominfos Provinsi Bali Gelar Lomba Video Pendek

Sinergi berkelanjutan antara lembaga keagamaan, FKUB, Forpela, dan Kesbangpol diharapkan dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian indeks kerukunan umat beragama Kabupaten Badung yang saat ini berada pada angka 98,1 persen.

Acara berlangsung meriah dengan unjuk bakat lagu nasional. Pada kesempatan tersebut, Nyonya Yunita turut menyerahkan doorprize sebagai motivasi kepada para peserta anak-anak sebelum kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama Pastor Paroki Tuka Romo Paskalis Nyoman Widastra, SVD.(den/updatebali)