Jong Fest 2026 Angkat Sejarah Desa Kapal, Bupati Adi Arnawa Dukung Jadi Ikon Wisata Budaya

0
20
Bupati Adi Arnawa saat membuka Jong Fest 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9).
Bupati Adi Arnawa saat membuka Jong Fest 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat (25/9). Sumber foto : Humas Badung/updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung resmi membuka Jong Festival (Jong Fest) 2026 di Lapangan Pratu Made Linggih, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Jumat, 25 September 2026.

Festival perdana yang berlangsung selama tiga hari, 25–27 September 2026, tersebut dibuka langsung oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melalui pemukulan Gentora. Pada kesempatan yang sama, diserahkan pula dana stimulus pemerintah sebesar Rp30 juta kepada panitia penyelenggara.

Bupati Adi Arnawa mengapresiasi masyarakat dan yowana Desa Adat Kapal yang telah menginisiasi festival tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah untuk memadukan pelestarian sejarah dengan pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga:  Harmoni dan Kemakmuran, Pesan DPRD Tabanan di Tahun Baru Imlek 2025

“Kegiatan Jong Fest 2026 ini merupakan ajang yang sangat positif, tidak hanya sebagai wadah menampilkan potensi krama, tetapi juga menumbuhkan UMKM lokal melalui produk dan kuliner setempat. Selain itu, festival ini menjadi ruang hiburan karena hidup butuh refreshing. Kalau masyarakat bahagia, tingkat kesehatan meningkat dan berujung usia panjang. Tugas pemerintah memastikan warganya bahagia,” ujarnya.

Baca Juga:  K-MBSS, IFERA dan PERDAWERI Gelar Global Medical Forum Bali untuk Dorong Kualitas Pelayanan Tenaga Medis

Mengingat nama “Jong” memiliki keterkaitan historis yang kuat dengan purana lokal, Bupati Adi Arnawa meminta agar pelaksanaan festival tersebut dievaluasi secara matang sehingga dapat dikembangkan menjadi agenda pariwisata tahunan.

“Jong Fest yang pertama ini harus dievaluasi dengan baik untuk persiapan di tahun 2027 dan seterusnya. Kita ingin menyajikan suguhan yang semakin berkualitas dan membuat orang selalu penasaran untuk berkunjung,” tegas Adi Arnawa.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Buka Lokasabha I Maha Gotra Tirta Harum Kabupaten Badung

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Bendesa Adat Kapal, I Ketut Sudarsana, menjelaskan bahwa nama “Jong” diambil dari Purana Pura Kahyangan Jagat Purusada.

Berdasarkan catatan sejarah tahun 1221 Masehi, wilayah tersebut sebelumnya bernama Desa Jong Karam (perahu karam) atau Paluwanegara. Wilayah itu kemudian berkembang menjadi Desa Kapal setelah kedatangan rombongan Kerajaan Kalingga Jawa.

Melalui pelaksanaan Jong Fest I ini, generasi muda diharapkan dapat melatih kemandirian sekaligus menggali potensi lokal secara berkelanjutan.(den/updatebali)